Wabup Mamasa Resmikan Tondok Bakaru Jadi Desa Sadar Wisata
Peresmian ini sebagai respon positif pemerintah Kabupaten Mamasa terhadap inisiatif masarkat desa dalam mengembangkan potensi desa sebagai tujuan wisa
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
Dari segi penginapan kata dia, tidak perlu hotel, cukup rumah warga yang layak bagi pengunjung.
Untuk menuju ke hal itu, maka dianggap sanitasi perlu bersih dan layak, serta kandang ternak tidak ditempatkan di tempat-tempat yang ada di sekitar rumah.
Keempat Hospitality
Hospitality atau keramahan oleh masyarakat, dianggap cukup perlu dipertahankan oleh masyarakat, dalam suatu desa yang ditetapkan sebagai desa sadar wisata.
Menurut Marthinus, hal itu perlu dilakukan oleh masyarakat, bukan hanya sekedar pemberdayaan masyarakat memberikan spot selfie, tetapi lebih kepada mental wisata.
"Yang dimaksud adalah, bagaimana ketika orang datang, kita sambut dengan ramah," kata dia.
"Jangan ketika wisatawan datang melihat tempat wisata, tetapi saat pulang motornya kempes," sambung dia.
Keempat poin ini, menurut Marthinus sangat perlu dimiliki oleh setiap desa yang ditetaokan sebagai desa sadar wisata.
Laporan wartawan @sammy_rexta
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
VIDEO: Wali Kota Parepare Sidak THM Planet Fool
Berikut Ini Tahapan Pilkada Serentak 2020 di Sulsel
Putra Sulung Angelina Jolie Kuliah di Kampus Peringkat 112 Dunia di Korea, Foto-foto Ganteng Maddox
Sudah 8 Bulan, Jalan Rusak di Kampung Cambatoa Pangkep Belum Diperbaiki
3 Kali Saudi Perkosa Mantan Istrinya di Kos-kosan, Simak Kronologinya!
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/desa-tondok-bakaru-sebagai-desa-sadar-wisata.jpg)