Wabup Mamasa Resmikan Tondok Bakaru Jadi Desa Sadar Wisata
Peresmian ini sebagai respon positif pemerintah Kabupaten Mamasa terhadap inisiatif masarkat desa dalam mengembangkan potensi desa sebagai tujuan wisa
Penulis: Semuel Mesakaraeng | Editor: Syamsul Bahri
Seperti yang dilakukan oleh masyarakat setempat, yakni dengan memanfaatkan keindahan alam yang dikolaborasikan kreativitas menciptakan spot selfe.
Kedua Aksebilitas
Menurtnya, aksebilitas menuju objek wisata, tidak selalu jalan yang mulus seperti konstruksi beton atau aspal.
"Akses menuju objek wisata tidak selalu harus dijangkau oleh mobil," ungkapnya.
Dijelaskan, ada banyak objek wisata di daerah lain yang dijangkau dengan menggunakan kuda.
Dengan akses sperti ini kata dia, lebih efektif meningkatkan ekonomi masyarakat di bidang pariwisata.
Alasannya karena kuda yang digunakan oleh setiap pengunjung, juga dapat menjadi salah satu penghasilan masyarakat.
Bukan hanya itu, bahkan dengan berjalan kaki, juga dianggap dapat lebih meningkatkan ekonomi masyarakat.
Sebab menurutnya, di suatu desa tidak semau warga memiliki objek wisata.
Sehingga bagi yang tidak memiliki objek wisata, dapat berperan dalam bidang ekonomi kreatif, seperti sofenir.
Meski begitu, Marthinus mengaku bahwa tugas memikirkan akses menuju desa sadar wisata, itu akan menjadi tanggung jawab pemerintah.
Ketiga Fasilitas
Hal yang paling urgen yang mesti diperhatikan sebuah desa sebagai desa tujuan wisata menurut dia yaitu fasilitas.
Fasilitas yang dimaksud yaitu penginapan atau home stay, senitasi dan air bersih.
Kata dia, masyarakat harus menjamin bahwa air yang diminum oleh pengunjung adalah air yang steril tanpa ada keraguan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/desa-tondok-bakaru-sebagai-desa-sadar-wisata.jpg)