Sebelum Meninggal di Rutan, Tahanan Narkoba Polres Jeneponto Mengeluh Sakit

Pria 33 tahun itu ditemukan tak bernyawa di Rutan Polres Jenepeonto, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Minggu (25/8/2019

Sebelum Meninggal di Rutan, Tahanan Narkoba Polres Jeneponto Mengeluh Sakit
ikbal/tribunjeneponto.com
Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto didampingi Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar mengunjungi rumah tahanan narkoba yang meninggal 

TRIBUNJENEPONTO.COM, BINAMU - Ateng (33) tahanan narkoba meninggal di rumah tahanan atau rutan Polres Jeneponto.

Pria 33 tahun itu ditemukan tak bernyawa di Rutan Polres Jenepeonto, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Minggu (25/8/2019) kemarin.

BREAKING NEWS: Maitimo Gabung PSM di Jakarta

Pesta Tahun Baru 2020 Hotel Dalton Angkat Tema Frozenroses, Harga Kamar Mulai Rp 800 Ribu

Ada Aladdin dan Putri Jasmine di Claro Kendari, Paket Mulai Rp 300 Ribu

Tondokbakaru Mamasa Diresmikan Jadi Desa Sadar Wisata, Dananya Diswadaya Masyarakat

Resmi Dipilih Presiden Joko Widodo, Ini 5 Kelebihan Provinsi Kalimantan Timur, Bebas Bencana Alam?

Hal tersebut diungkapkan Kassubag Humas Polres Jeneponto AKP Syahrul keawak Tribun.

Menurut Syahrul, Ateng ditahan di Rutan Polres Jeneponto sejak 25 Juli 2019 lalu.

"Tersangka ditahan sejak tanggal 25 Juli 2019 berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor SPH/46/VII/2019, tanggal 25 Juli 2019," kata Syahrul, Senin (26/8/2019) siang.

Syahrul menjelaskan sebelum tersangka meninggal, ia baru dua hari mengeluh kesakitan, dan setelah diperiksa ia beristirahat di sel ruangan kamar 2.

" Selama ditahan tersangka baru dua hari terakhir mengeluhkan rasa sakit pada kepala, demam sehingga dilakukan pemeriksaan kesehatan oleh Urkes Polres Jeneponto," tutur Syahrul.

Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto didampingi Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar mengunjungi rumah tahanan narkoba yang meninggal
Kapolres Jeneponto AKBP Hery Susanto didampingi Kapolsek Bangkala Iptu Bahtiar mengunjungi rumah tahanan narkoba yang meninggal (ikbal/tribunjeneponto.com)

"Terakhir diperiksa pada hari Sabtu tanggal 24 Agustus sekitar pukul 22:00 wita, setelah diperiksa langsung istirahat di sel ruangan Kamar 2," sambungnya.

Mantan Kapolsek Tamalatea itu menambahkan Ateng mengalami riwayat penyakit setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu.

Sebelumnya Ateng ditangkap Sat Res Narkoba Polres Jeneponto (24/7/2019) lalu, dengan barang bukti berupa satu buah tempat permen warna merah, yang dililit isolasi warna hitam, yang didalamnya terdapat dua sachet plastik kecil berisi kristal bening, yang diduga narkotika jenis sabu.

Selain itu, satu buah sendok pipet plastik warna putih, dan satu buah kepala charger warna hitam berisi dua sachet plastik kecil, berisi kristal bening diduga narkotika jenis sabu. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

 

BREAKING NEWS: Maitimo Gabung PSM di Jakarta

Pesta Tahun Baru 2020 Hotel Dalton Angkat Tema Frozenroses, Harga Kamar Mulai Rp 800 Ribu

Ada Aladdin dan Putri Jasmine di Claro Kendari, Paket Mulai Rp 300 Ribu

Tondokbakaru Mamasa Diresmikan Jadi Desa Sadar Wisata, Dananya Diswadaya Masyarakat

Resmi Dipilih Presiden Joko Widodo, Ini 5 Kelebihan Provinsi Kalimantan Timur, Bebas Bencana Alam?

Penulis: Ikbal Nurkarim
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved