Ismak Tegaskan Tak Beli Suara di Pilwali Makassar

" Kalau saya mau pragmatis dengan menghabiskan duit miliaran membeli suara pemilih, mending saya ngurus kantor hukum saya di Jakarta, hasilnya jelas,"

Ismak Tegaskan Tak Beli Suara di Pilwali Makassar
Abd Azis/Tribun Timur
Bakal calon Wali Kota Makassar Muhammad Ismak (tengah) 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Bakal calon Wali Kota Makassar Muhammad Ismak kembali menegaskan berkontestasi dengan tidak menggunakan politik uang membeli suara pemilih di perhelatan Pemilihan Walikota Makassar tahun depan.

" Kalau saya mau pragmatis dengan menghabiskan duit miliaran membeli suara pemilih, mending saya ngurus kantor hukum saya di Jakarta, hasilnya jelas," kata Ismak disela-sela acara AAI Coffee and Talk, akhir pekan kemarin di, Hotel Crowne Plaza, Jakarta via rilis, Minggu (25/8/2019).

15 Camat Kota Makassar MOU Bersama Hasanuddin Contact Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Dituduh Farhat Abbas Sebar Video Asusila, Hotman Paris Blak-blakan Ungkap Rahasia Kehidupan Malamnya

LINK LIVE STREAMING TV Online Trans7 MotoGP 2019 di Sirkuit Silverstone Inggris: Duel Marquez, Rossi

Hasanuddin Contact Bersama Walikota Bahas Larangan Reklame Rokok di Makassar

Pasien Alami Pendarahan Usai Bersalin di Rumah Sakit MCM Takalar

Ketua Umum DPP Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) ini, mengungkapkan keengganannya menggunakan politik uang karena hal itu makin memperparah lingkaran setan antara korupsi pejabat dan mental pragmatis masyarakat.

"Kita sudah akan tahu, mereka yang memakai cara pendek dengan langsung menyiapkan uang membeli suara tanpa menawarkan gagasan atau visi yang jelas itu sudah pasti akan membutuhkan korupsi untuk mengembalikan modal yang dipakai," urai ketua IKA Unhas Jabodetabek ini.

Bakal calon Wali Kota Makassar Muhammad Ismak (tengah)
Bakal calon Wali Kota Makassar Muhammad Ismak (tengah) (Abd Azis/Tribun Timur)

Hal ini diakuinya acap kali dianggap sebagai ungkapan yang klise dan utopis, tetapi pola politik transaksional harus segera mungkin diputus demi menyelematkan prinsip dasar demokrasi.

"Bagaimanapun harus diakui, politisi dan momentum pemilu serta pilkada menjadi penyumbang besar kerusakan mental masyarakat yang kian pragmatis. Dan itu artinya, masyarakat menganggap pilkada atau pemilu makin tidak ada hubungannya dengan keberlangsungan hidup mereka," katanya.(*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

15 Camat Kota Makassar MOU Bersama Hasanuddin Contact Wujudkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)

Dituduh Farhat Abbas Sebar Video Asusila, Hotman Paris Blak-blakan Ungkap Rahasia Kehidupan Malamnya

LINK LIVE STREAMING TV Online Trans7 MotoGP 2019 di Sirkuit Silverstone Inggris: Duel Marquez, Rossi

Hasanuddin Contact Bersama Walikota Bahas Larangan Reklame Rokok di Makassar

Pasien Alami Pendarahan Usai Bersalin di Rumah Sakit MCM Takalar

Penulis: Abdul Azis
Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved