Pemerintah Desa Talle Siapkan Rp 10 untuk Manika Perempuan Hidup Sebatangkara

Warga tersebut bernama Manika. Perempuan tersebut tinggal di rumah reyot yang tak layak huni.

Pemerintah Desa Talle Siapkan Rp 10 untuk Manika Perempuan Hidup Sebatangkara
Dok Salih
Manika, warga sebatangkara di Cammeru, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai 

TRIBUNSINJAI.COM,SINJAI- Seorang warga miskin di Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai hidup sebatangkara.

Warga tersebut bernama Manika. Perempuan tersebut tinggal di rumah reyot yang tak layak huni.

Sebelum Kirim 7 Poin Rekomendasi Pansus Hak Angket, Pimpin DPRD Sulsel Lakukan Ini

Keluarga Korban Laka Kerja Operator PT Daya Panca Mandiri Mulia Diberi Pesangon Rp 50 Juta

Curi Ponsel Wanita, Pelaku dan Penadah Dibekuk Tim Polres Pelabuhan Makassar

145 Dosen Kewirausahaan di UNM Samakan Visi dan Misi, Prof Husain Syam Beri Motivasi

Program Santri Tani Milenial Untuk Cetak Eksportir Milenial

Manika menempati rumah sekira 5X7 meter tampak menggunakan dinding papan yang lapuk dan atap terpal yang juga sudah mulai bocor.

Tampak rumah yang tak layak huni. Namun rumah ini menjadi saksi bisu. Bagi Manika, sudah puluhan tahun lamanya tinggal seorang diri dengan kondisi memprihatinkan rumahnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun perempuan paruh baya ini berusaha memenuhi kebutuhannya dengan mencari nafkah dengan cara berkebun seadanya.

Ia memanfaatkan lahan di sekitar rumahnya untuk menanam cabai dan lada. Hasilnya tak seberapa. Sehingga Manika tetap hidup dalam jeratan ekonomi yang terus menghimpit.

Manika, warga sebatangkara di Cammeru, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai
Manika, warga sebatangkara di Cammeru, Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai (Dok Salih)

Selain jeratan ekonomi, Manika juga diduga sedang mengalami penyakit kelainan jiwa.

Menurut Sekretaris Desa Talle Umar Said mengatakan bahwa pernah ia berikan bantuan atap rumah yang dikerjakan warga sekitar namun dibongkar kembali karena mengaku malu sakit hati diejek tetangga.

Alasan ini juga sehingga Manika menolak bedah rumah dari pemerintah desa Talle.

Kondisi Manika ini menjadi perbincangan warga natizen sepekan terakhir setelah mereka mempostingnya.

Sementara ini Pemerintah Desa Talle mengaku sudah menyiapkan anggaran Rp 10 juta untuk perbaikan rumah Manika saat ini. Sebelumnya tahun 2016 lalu seorang warga di Sinjai Selatan bernama Sawedi hidup dicelah batu karena tak miliki rumah layak huni. Dan kini Sawedi sudah miliki rumah atas bantuan Kodim 1424 Sinjai. (*)

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Sebelum Kirim 7 Poin Rekomendasi Pansus Hak Angket, Pimpin DPRD Sulsel Lakukan Ini

Keluarga Korban Laka Kerja Operator PT Daya Panca Mandiri Mulia Diberi Pesangon Rp 50 Juta

Curi Ponsel Wanita, Pelaku dan Penadah Dibekuk Tim Polres Pelabuhan Makassar

145 Dosen Kewirausahaan di UNM Samakan Visi dan Misi, Prof Husain Syam Beri Motivasi

Program Santri Tani Milenial Untuk Cetak Eksportir Milenial

Editor: Syamsul Bahri
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved