Kak Syam Ingin Jadikan Petani Bulukumba Berdaulat

Lahir sebagai anak petani di Desa Singa, Kecamatan Herlang, Bulukumba, membuat Syamsuddin Alimsyah berkeinginan menjadikan petani berdaulat.

Kak Syam Ingin Jadikan Petani Bulukumba Berdaulat
TRIBUN TIMUR/FIRKI ARISANDI
Pendiri Kopel Syamsuddin Alimsyah, saat ditemui di salahsatu warung kopi di Bulukumba, Kamis (22/8/2019). 

TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Lahir sebagai anak petani di Desa Singa, Kecamatan Herlang, Bulukumba, membuat Syamsuddin Alimsyah berkeinginan menjadikan petani berdaulat.

Ia melihat keberpihakan pemerintah terhadap petani, saat ini, masih terbilang minim.

Padahal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) masih mencatatkan sektor pertanian dan perkebunan sebagai pendongkrak pendapatan masyarakat dan daerah.

"Bukan sektor pariwisata. Saya ini anak petani, saya juga aktif mendampingi petani sejak tahun 2000," jelas Kak Syam, sapaannya, Rabu (21/8/2019) malam.

Menurut Syam, petani sebaiknya jangan dibebani cara berpikir tentang bagaimana mendapat pupuk dan atau berapa harga pupuk.

Meskinya, pemerintah-lah yang harus menjamin agar pupuk tersedia saat musim tanam tiba.

Bukan hanya soal pupuk, Syam juga menekankan kebutuhan mendesak petani, seperti ketersediaan bibit unggul dan akses jalan tani yang layak.

"Kalau jalanannya baik, artinya perekonomian masyarakat juga akan lancar," tambahnya.

Pendiri Komite Pemantau Legislatif (Kopel) ini mengaku, dirinya paham betul mengenai kebiasaan masyarakat, khususnya petani, saat hendak bercocok tanam.

Biasanya, kata dia, perempuan juga ikut terlibat dalam proses tersebut.

Halaman
12
Penulis: Firki Arisandi
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved