Nurhaldin Berpeluang Jadi Wakil Ketua DPRD, Wahab-Apiaty Terkendala

Anggota legislatif (aleg) terpilih, Andi Nurhaldin Nurdin berpeluang menjadi Wakil Ketua DPRD Makassar.

Nurhaldin Berpeluang Jadi Wakil Ketua DPRD, Wahab-Apiaty Terkendala
abd azis/tribuntimur.com
Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulsel Kadir Halid, menegaskan, salah satu syarat calon pimpinan DPRD kabupaten/kota dari partai Golkar adalah tidak pernah berkiprah di partai manapun. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Anggota legislatif (aleg) terpilih,  Andi Nurhaldin Nurdin berpeluang menjadi Wakil Ketua DPRD Makassar.

Dari lima nama caleg terpilih Partai Golkar Makassar yang diusulkan sebagai pimpinan DPRD oleh DPD II Golkar Makassar, Nurhaldin disebut-sebut paling berpeluang.

Dua caleg terpilih sebagai pesain beratnya, yakni Abdul Wahab Tahir dan Apiaty K Amin Syam terkendala dengan syarat internal partai.

Al Jasiyah juga Hadirkan Program Cicilan Wisata Halal ke Eropa Barat

Wujudkan Pertanian Modern, KAHMI Siap Bersinergi dengan Kementan

SD Komplek Borong Kompak Rayakan HUT Kemerdekaan RI

Ketua Bappilu DPD I Partai Golkar Sulsel Kadir Halid, menegaskan, salah satu syarat calon pimpinan DPRD kabupaten/kota, tidak pernah berkiprah di partai manapun.

"Sudah betul itu kalau tidak pernah di partai lain, tapi kita lihat nanti siapa wakil ketua di Makassar," tegas Kadir Halid kepada Tribun di Hotel Myko, Jl Boulevard, Kota Makassar, Rabu (14/8/2019).

Dari lima yang terpilih, kata Ketua Komisi E DPRD Sulsel ini, dua di antaranya pernah di partai lain.

Keduanya, Abdul Wahab Tahir yang pernah di Partai Uni Demokrasi Indonesia (PUDI), dan Apiaty Kamaruddin Amin Syam (Partai Gerindra).

Al Jasiyah juga Hadirkan Program Cicilan Wisata Halal ke Eropa Barat

Wujudkan Pertanian Modern, KAHMI Siap Bersinergi dengan Kementan

SD Komplek Borong Kompak Rayakan HUT Kemerdekaan RI

"Kalau Pak Wahab sudah pernah di Partai PUDI, Ibu Apiaty sudah pernah di partai lain (Gerindra), memang Nurhaldin bisa walaupun baru," kata Ketua Fraksi DPRD Golkar Sulsel ini.

Suaranya juga bagus?

"Itu syarat terakhir kalau suara terbanyak. Kalau perkembangannya seperti apa, saya sudah tidak tahu lagi karena saya sibuk di sidang hak angket," katanya.

"Saya juga memang bukan tim penjaringan," jelasnya. (*)

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Penulis: Abdul Azis
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved