Sapa Sulsel Kompas TV, IAS Ceritakan Pengalaman Panjang Spiritual
Ia mengungkapkan mengalami pengalaman religius dan dalam ketika menjalani 4,5 tahun di Lapas.
Penulis: Muh. Hasim Arfah | Editor: Ansar
TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR- Mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin menyampaikan alasannya, sehingga mempublikasikan masa berada di Lembaga Permasyarakatan (LAPAS) Sukamiskin dan Gunung Sari.
Menurutnya, penjara itu bukan tempat hina.
“Maka ini jadi pertanyaan kepada siapapun, saya melihat masuk ke penjara bukan karen persoalan hukum semata tapi ini takdir kehidupan saya,” katanya sehabis wawancara Dialog Spesial Kompas TV di Papa Ong, Jl Rusa, Makassar, Sulsel, Selasa (13/8/2019).
Sempat Berhubungan Intim, Bagus Putu Wijaya Nekat Bunuh Selingkuhannya Putu Yuniarti, Alasan Sepele
Aaron Evans-Eero Markkanen Masih Absen, M Rahman Tandem Munhar Lagi?
Cara Presiden Soekarno Menjaga Kesucian Siti Oetari Istri Pertamanya Meski Tidur Satu Ranjang
Ia mengungkapkan mengalami pengalaman religius dan dalam ketika menjalani 4,5 tahun di Lapas.
“Sebelum manusia lahir sudah ada takdirnya masing-masing dan mungkin ini takdir saya. Karena tak pernah daun gugur tanpa seizin sang pencipta,” katanya.
Ia mengatakan menemukan ruang komunikasi lebih dalam dengan Allah SWT ketika menjalani masa "pesantren" di Lapas.
“Mungkin, hablum minannas (hubungan dengan manusia) saya sebagai wali kota selama 10 tahun sudah bagus," katanya.
"Takdir itu tak bisa dirubah karena sudah menjadi bagian hidup saya. Bisa jadi dalam perjalanan kita ada salah dan kita diingatkan dalam teguran-Nya,” katanya.
Sempat Berhubungan Intim, Bagus Putu Wijaya Nekat Bunuh Selingkuhannya Putu Yuniarti, Alasan Sepele
Aaron Evans-Eero Markkanen Masih Absen, M Rahman Tandem Munhar Lagi?
Cara Presiden Soekarno Menjaga Kesucian Siti Oetari Istri Pertamanya Meski Tidur Satu Ranjang
Ia mengatakan takdirnya masuk penjara mundur satu langkah tapi mendapatkan pengalaman spiritual lebih.
“Mungkin kita ini terlalu ego sebagai manusia biasa, kalau pacar kita kasi kita rezeki, maka dielu-elukan sekali," ujarnya.
"Tapi kalau Tuhan kasi rezeki maka kita anggap biasa saja,” katanya.
Pernyataan itu sedikit dari sekian banyak kisa perjalanan IAS yang ia sampaikan dalam Dialog Spesial Kompas TV yang bakal tayang dalam Program Sapa Sulsel, Kamis (15/8/2019) pukul 07.00 wita. (*)
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/ilham-arif-sirajuddin-saat-menjadi-narasumber-di-kompas-tv-siang.jpg)