Disebut 'Makelar' Proyek, Wakil Ketua PKK Tantang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel

Wakil Ketua TP-PKK Sulsel, Hajrah Arsyad mengklarifikasi tudingan Panitia Khusus (Pansus) hak angket DPRD Sulsel.

Disebut 'Makelar' Proyek, Wakil Ketua PKK Tantang Pansus Hak Angket DPRD Sulsel
hasan/tribun-timur.com
Ketua Panitia Khusus Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulawesi Selatan geram terhadap keterangan terperiksa Hajrah di ruang sidang Angket DPRD Sulsel, Selasa (30/07/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Wakil Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Provinsi Sulawesi Selatan, Hajrah Arsyad mengklarifikasi tudingan Panitia Khusus (Pansus) hak angket DPRD Sulsel.

"Seperti dugaan kedekatan saya dengan lbu Gubernur saya gunakan untuk mendapat keuntungan tertentu. Jelas itu dugaan yang salah," kata Hajrah dalam rilisnya.

 Ibu rumah tangga yang punya sarang burung walet dan udang di Pinrang ini juga membantah tudingan mendapatkan proyek APBD senilai 20 Milyar.

Baca: Temui KPK di Jakarta, Pansus Hak Angket DPRD Sulsel Diminta Lakukan ini

Apalagi proyek itu disebut peroleh oleh  dengan cara yang kurang patut atau tidak lazim.

Hajrah mengaku  tidak mengerjakan atau akan mengerjakan projek APBD Provinsi Sulsel tahun 2019 satu paket pun.

Termasuk pernyataan yang dianggap memanfaatkan kedekatan saya dengan lbu Gubemur untuk mendapatkan keuntungan tertentu. 

Misalnya mendapatkan proyek atau fasilitas Iainnya. "Dugaan ini jelas-jelas telah mempermalukan harga diri saya, telah menjatuhkan wibawa saya dan keluarga," sebutnya.

Menurutnya dia sudah hampir 10 tahun memiliki hubungan baik dengan ibu Gubernur,  tetapi sama sekali ada niat tmemanfaatkan hubungan baik itu untuk kepentingan pribadi maupun keluarganya.

"Saya minta kepada para pihak yang telah membangun prasangka buruk ini untuk melakukan klarifikasi dan verifikasi langsung dengan lbu Gubernur Sulsel (ibu Lies)," sebutnyam

Hajrah juga menantang Pansus Hak Angket untuk membuktikan terkait tudingan itu. Ia siap mempertanggungjawabkan secara hukum.

Halaman
1234
Penulis: Hasan Basri
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved