Jelang Iduladha, Harga Cabai di Maros Semakin 'Pedas'
Harga cabai di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), melonjak drastis jelang Iduladha.
Penulis: Amiruddin | Editor: Suryana Anas
TRIBUN-MAROS.COM, TURIKALE - Harga cabai di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel), melonjak drastis jelang Iduladha.
Hal tersebut diakui sejumlah pedagang di Pasar Tramo, Jl Nasrun Aminullah, Kecamatan Turikale, Maros.
Cabai besar yang sebelumnya dijual Rp 45 ribu per kilo, kini naik menjadi Rp 80 ribu per kilo.
Baca: TRIBUNWIKI: Profil Aktris Cantik Nina Zatulini, Suaminya Bos 7 Perusahan Asal Maros
Baca: Dapat Jatah Kursi Pimpinan DPRD, Begini Kata Elite PAN Maros
Baca: VIDEO: Suasana Gerak Jalan Indah Memeriahkan HUT ke 74 RI di Maros
Begitupun dengan harga cabai kecil atau rawit, yang kini dijual Rp 80 ribu per kilo.
Padahal sebelumnya, cabai rawit hanya dijual Rp 45 ribu per kilo.
"Baru sepekan jelang Iduladha naiknya. biasanya memang begini setiap jelang hari raya pak," kata pedagang di Pasar Tramo, Suri, yang ditemui tribun-maros.com, Kamis (8/8/2019).
Meski harga cabai melonjak, tidak seperti dengan harga bawang, yang relatif stabil.
Bawang merah dan bawang putih, saat ini masih dibanderol Rp 35 ribu per kilo.
Harga tomat juga terpantau stabil, yakni 10 ribu per kilo.
Sedangkan lengkuas, dijual Rp 20 ribu per kilo.
Pedagang lainnya, Imran, mengatakan kenaikan harga cabai, juga dipengaruhi kurangnya pasokan ke pedagang.
Ditambah lagi, tingginya kebutuhan warga jelang Iduladha.
"Biasanya sih akan terus melonjak hingga jelang hari raya pak," ujarnya.
Pantauan tribun-maros.com, Kamis siang, belum terlihat adanya lonjakan pengunjung di pasar tersebut.
Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aktivitas-jual-beli-di-pasar-tramo-maros-kamis-882019.jpg)