Nurantin Penyandang Difabel Lolos PNS di Toraja, Simak Perjuangannya
Ucapan selamat dari Nico Biringkanae pun ia terima dengan penuh suka cita sambil menahan air mata.
Penulis: Tommy Paseru | Editor: Syamsul Bahri
TRIBUNTORAJA.COM,MAKALE-Bupati Tana Toraja, Nikodemus Biringkanae menyampaikan selamat kepada Peserta Pelatihan Dasar CPNS terkhusus untuk Nurantin, SE, yang merupakan peyandang different ability atau sering di kenal dengan difabel, beberapa waktu lalu.
Ucapan selamat dari Nico Biringkanae pun ia terima dengan penuh suka cita sambil menahan air mata.
Dosen Muda UIN Alauddin Nilai Razia Buku Cederai Semangat Literasi
Jokowi Marah-marah Lalu Pergi, PLN Tetap Lakukan Pemadaman Listrik hingga Sore Ini, Wilayah Mana?
BREAKING NEWS: Hanya Sandi Sute Terlihat di BandaraHasanuddin, Pemain Persija Lainnya?
Warga Desa Kabba Pangkep Dilatih Pengelolaan UMKN
DPMPTSPTK Latih Keterampilan 40 Pencari Kerja di Barru
Nurantin mengalami keterbatasan fungsional pada bagian lengan dan telapak tangan kirinya. Begitu juga dengan mata kirinya mengalami gangguan hilangnya penglihatan.
Nur merupakan putri dari pasangan Asrullah.M dan Almarhumah (Alm) Dirnawati.
"Ayah saya sehari hari sebagai pedagang kaki lima di SD Palopo tepatnya di Jalan Y. Tando, Kelurahan Patene, Kecamatan Wara Utara, Kota Palopo," ungkapnya.
Ibu Nur telah meninggal di Tahun 2008 lalu, semasa hidup almarhumah merupakan seorang ibu rumah tangga (IRT).
Nur saat ini tinggal di Tondon Makale bersama dengan seorang kakaknya.
Awal mula Nur menjadi Seorang PNS saat dirinya mengikuti CPNS tahun 2018 lalu.
Selama mengikuti seluruh rangkaian Pelatihan Dasar selama 51 hari kerja atau setara 511 jam pelajaran, Nur telah memahami nilai-nilai akuntabilitas, nasionalisme, etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi (Aneka).
"Alhamdulillah, saya sudah menerima SK CPNS dan kemudian juga telah mengikuti pelatihan dasar, sebagai salah syarat untuk menjadi PNS," ungkapnya
Berbeda dari kebanyakan orang, para penyandang difabel kerap mengalami hambatan dalam melakukan aktivitas mereka sehari-hari. Hal Itu sama sekali tidak berlaku bagi Nur.
Nur membuktikan dengan keterbatasannya dia mampu melakukan seluruh pekerjaan sama dengan pegawai lainnya.
Terbukti, sejak ditempatkan di Inspektorat Daerah dirinya telah melakukaan tugas yang sama dengan pegawai lainnya.
"Saya sudah ke beberapa kecamatan melaksanakan tugas kedinasan seperti Kecamatan Ratetanyo, Rembon, Bittuang, Sangalla, Gandasil, dan Bonggakaradeng. Semuanya saya tempuh dengan mengendarai sepeda motor," ungkap Nur.
Menurut Nut pekerjaan selaku CPNS di Badan Inspektorat Daerah, merupakan berkah dari Tuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pemkab-tana-toraja-nuranti-se.jpg)