Dosen Muda UIN Alauddin Nilai Razia Buku Cederai Semangat Literasi

liansi Dosen Muda Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN Alauddin) mengecam razia buku oknum kelompok masyarakat

Dosen Muda UIN Alauddin Nilai Razia Buku Cederai Semangat Literasi
TRIBUN TIMUR/MUH HASIM ARFAH
Dr Zulhas'ari Mustafa MAg 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Aliansi Dosen Muda Universitas Islam Negeri Alauddin (UIN Alauddin) mengecam dengan keras razia buku yang dilakukan oleh salah satu kelompok masyarakat yang mengatasnamakan Brigade Muslim Indonesia (BMI) melakukan razia buku di salah satu toko buku di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (3/8/2019.

Kecaman ini disampaikan secara langsung oleh oleh Dr Zulhas'ari Mustafa MAg yang merupakan inisiator dalam forum diskusi para dosen muda UIN Alauddin di Cafe Al Muawanah, KPN UINAM, Senin (5/8/2019).

Dewan pakar Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (LAKPESDAM PWNU) Sulsel ini juga menyatakan razia tersebut pada dasarnya mengkhianati semangat literasi yang digalakkan dan dikonsolidasikan.

Baca: HMI Gowa Raya Kritik Razia Buku di Makassar

Baca: Buntut Status Kritik Keras di IG, Najwa Shihab Disindir MUI Jawa Timur, Berawal dari Buku DN Aidit

Baca: Merasa Disudutkan soal Razia Buku Komunis, MUI Jatim Geram dengan Kritik Najwa Shihab di Instagram

Salah satu peserta diskusi dalam forum tersebut, Muh Abdi Goncing, MPhil juga menyatakan, razia tersebut pada dasarnya dilakukan oleh orang-orang yang sama sekali tidak mengetahui seluk beluk Marxisme dan Leninisme sebagai suatu pengetahuan.

"Yang di perguruan tinggi seperti UINAM menjadi bahan kajian dalam kritik ideologi. Hal tersebut tercermin dari buku-buku yang dirazia pada saat razia tersebut, dimana terdapat buku Romo Franz Magnis-Suseno yang isinya mengkritik ideologi Leninisme," katanya.

Awal Muqsith, Lc MPhil yang juga dosen muda dari Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UINAM, yang juga hadir dalam forum diskusi tersebut menyampaikan para pelaku razia buku tersebut sangat mungkin belum pernah belajar atau membaca tentang pemikiran dan filsafat serta dinamika yang terjadi dalam diskursus kefilsafatan.

"Razia tersebut menunjukkan bahwa tingkat pemahaman pengetahuan kita sebagai umat Islam masih sangat jauh dari yang namanya moderasi dalam pemahaman keagamaan," kata Penanggung jawab Klinik Deradikalisasi-Laboratorium IPOL UINAM ini. (*)

Laporan Wartawan Tribun Timur, Hasim Arfah

Baca: Model Cantik Fenny Steffy Burase Buka-bukaan Alasan Jatuh Cinta Kepada Pak Gubernur dan Curhat Istri

Baca: Presiden Jokowi Pakai HP iPhone, Bandingkan Punya Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un

Baca: Lowongan Kerja SMA D3 S1 - Jasa Raharja Buka Program Magang, Dapat Uang Saku & Beasiswa, Info Resmi!

Baca: Anaknya Membunuh, Ibu Anggota TNI Prada Deri Permana Bertingkah Begini Depan Ibu Korban Vera Oktaria

Baca: Curhat Pilu Mulan Jameela, Lihat Cara Cari Duit saat Ahmad Dhani Eks Suami Maia Estianty Dipenjara

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:

Baca: Terungkap Krisjiana Baharudin Suami Siti Badriah Bukan Orang Biasa, Dekat Yusril Ihza Mahendra

Baca: Persib Kalah Lagi, Robert Alberts Sesalkan Gol Barito Putra di Menit Terakhir

Baca: Community Shield 2019 - Man City Juara, Kalahkan Liverpool Lewat Adu Penalti. Lihat Video Gol-gol!

Baca: Jembatan Gantung 75 M Tompobulu Sinjai-Bontocani Bone Sudah Bisa Dilewati Kendaraan Sepada Motor

Baca: Ini Identitas Sopir Angkot Pelaku Pembunuh Gadis Cantik Alumni IPB, Amelia Ulfa, Hasil Otopsi!

Baca: Agnez Mo Tidak Sembarang Bergaul dengan Orang, Lihat Saja Sosok Teman Dekatnya Ini, Foto-fotonya

Penulis: Muh. Hasim Arfah
Editor: Suryana Anas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved