Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Opini

Masa Depan Kesehatan di Indonesia

Metode Advanced Medicine, dapat mengobati, berbagai penyakit degeneratif, dimana pasien, bahkan dokternya telah kehilangan harapan penyembuhan

Editor: Thamzil Thahir
abdiwan/tribuntimur.com
Prof Dr Taruna Ikrar MD MPharm PhD. 

 8. Advanced Medicine

Dewasa ini sedang berkembang metode pengobatan Advanced Medicine. Ini merupakan teknik pengobatan terkini, yang canggih, berkat kemajuan ilmu kedokteran modern.

Advanced Medicine, memiliki 5 pinsip pengobatan utama yaitu: 

  1. 1. Cells Therapy (Terapi Stem Cells),
  2. 2. Growth Factors Stimulation (Pemanfaatan Growth Factor dari dalam tubuh), 
  3. 3. Particles Therapy (Penggunaan Particles Biologi dalammembangun struktur utama dalam tubuh),
  4.  4. Nano- Therapy (Menggunakan Metode Nanotechnology dalam pengobatan), 
  5. 5. Gene-Therapy (Memanfaatkan technology genetik untuk menstimulasi reprogram genetik dalam tubuh). 

 Metode Advanced Medicine, dapat mengobati, berbagai penyakit degeneratif, yang dimana pasien, bahkan dokternya telah kehilangan harapan penyembuhan. Dalam istilahnya penyakit- penyakit hopeless. 

Seperti Cerebral Palsy, Parkinson Disorder, Post Stroke Rehabilitation, Emphysema, Ejection Fractions, Cardiac Infarctions, Gangguan Cardiovascular dan Jantung, Diabetes Miletus, Autism, Erection Dysfunction, Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS), Kidney Failure, Regenerative Geriatric. (Khususnya penyakit kronis akibat degeneration dan ketuaan). 

c. Growth Factors Stimulation (Pemanfaatan Growth Factor dari dalam tubuh) 

Terapi faktor pertumbuhan adalah penggunaan faktor pertumbuhan untuk mempromosikan penyembuhan tubuh. Dewasa ini berkat kemajuan teknologi kedokteran, telah berhasil dibuktikan bahwa Growth Factor, atau faktor pertumbuhan, menjadi faktor yang sangat penting, untuk menjaga kesehatan tubuh, merangsang pengobatan, dan memperkuat kemampuan tubuh dalam melawan berbagai penyakit, bahkan faktor pertumbuhan ini menjadi penentu keberhasilan pengobatan.

Dengan menstimulasi faktor penting tersebut, maka pengobatan akan berefek sangat luar biasa. Beberapa jenis GrowthFactor seperti erythropoietin (EPO), granulocyte colonystimulating factor (G-CSF) dan granulocyte-macrophage colony-stimulating factor (GM-CSF). Keuntungan dariteknik ini, ia menggunakan sel-sel tubuh sendiri untuk mempromosikan penyembuhan.

Penggunaannya juga dapat mempercepat waktu yang diperlukan untuk luka untuk menyembuhkan, menghasilkan penurunan lebih besar dari cacat atau ketidaknyamanan bagi pasien. 

D. Nano-Therapy (Menggunakan Metode Nanotechnology dalam pengobatan) 

Nano adalah aplikasi medis dari nanoteknologi. Nano berkisar dari aplikasi medis Nanomaterials dan perangkat biologis, untuk biosensor nanoelectronic, dan bahkan aplikasi masa depan mungkin nanoteknologi molekul seperti mesin biologis. Masalah saat ini untuk nano melibatkan memahami isu-isu yang berkaitan dengantoksisitas dan dampak lingkungan dari bahan nano (bahan yang strukturnya adalah pada skala nanometer, yaitu billionths meter). Misalnya pengobatan Ozon. 

E. Gene-Therapy (Memanfaatkan technology genetic untuk menstimulation reprogram genetic dalam tubuh) 

Terapi gen merupakan teknik eksperimental yang menggunakan gen untuk mengobati atau mencegah penyakit. 

Teknik ini memungkinkan dokter untuk mengobati gangguan dengan memasukkan gen ke dalam sel pasien daripada menggunakan obat atau operasi. 

Hal ini dapat dilakukan dengan metode menggantikan gen yang bermutasi dan menyebabkan penyakit dengan salinan gen yang sehat. 

Menonaktifkan gen yang bermutasi berfungsi tidak semestinya diganti dengan gen sehat. Memperkenalkan gen baru ke dalam tubuh untuk membantu melawan penyakit. Teknik ini bisa digabungkan dengan cell therapy dan immunotherapy. 

Buku Neuro_leadership_indonesia
Buku Neuro_leadership_indonesia (dok-NLI)

DAMPAK KEMAJUAN TEKNOLOGI KEDOKTERAN 

Kemajuan ilmu kedokteran akan berdampak pada manusia semakin sehat, semakin sejahtera, semakin Panjang umur, lebih efisien dan semakin produktif. Meningkatnya harapan hidup adalah hal yang baik.

Dengan semakin panjangnya harapan hidup, tentu akan bermanifestasi peningkatan usia pensiunan. Selanjutnya tetap diharapkan para manual dan pensiunan tersebut tetap sehat dan produktif dan tidak sakit-sakitan.

Dengan menjaga kesehatan para manual dan pensiunan sehingga tetap memberikan kotribusi positif bagi masyarakat luas. Dalam sebuah penelitian yang dipublikasikan di JAMA (Journal American Medical Association): Sekitar 52% orang berusia di atas 65 menganggap hidup lebih lama berdampak sangat positif dan baik untuk masyarakat.

Hasil ini hampir identik dengan 53% pada anak penduduk berusia 18-24 tahun. Hal ini diperkuat hasil research di Skotlandia, dengan optimism mencapai 60% memberikan manfaat sosial positif pada manual umur panjang, kita berharap, kondisi Indonesia juga akan demikian adanya dimasa depan. 

KEMAJUAN PELAYANAN KEDOKTERAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI 

Hubungan Kesehatan dan ekonomi adalah hubungan sangat vital. Kinerja kesehatan sangat tergantung pada perekonomian, tetapi juga pada sistem kesehatan itu sendiri. Pelayanan kesehatan merupakan prioritas/penting bagi sebagian besar masyarakat.

Demikian pula terdapat tantangan yang kompleks, yang berasal dari populasi usia lanjut dan usia pension, yang diakibatkan seiring dengan peningkatan usia terjadi pula meningkatan prevalensi penyakit kronis, dan intensif penggunaan teknologi kesehatan yang mahal. 

investasi dalam kesehatan dan desain kebijakan pembiayaan kesehatan harus dibahas dalam hal interaksi antara kesehatan dan ekonomi.

Sama seperti pertumbuhan, pendapatan, investasi dan pekerjaan adalah fungsi dari kinerja dan kualitas sistem ekonomi, kerangka regulasi, kebijakan perdagangan, modal sosial dan pasar tenaga kerja, dll.

Hal ini tergambar dalam kondisi kesehatan (kematian, morbiditas, kecacatan) tidak hanya bergantung pada standar hidup, tetapi pada kinerja aktual dari sistem kesehatan sendiri. 

Sebagai contoh, pada 2014, Inggris menghabiskan £179.000.000.000 pada kesehatan. Ini berjumlah 10% dari PDB Total Inggris. Bahkan Amerika Serikat membajetkan untuk anggaran kesehatan terdiri dari 16,6% dari PDB AS. 

Belanja kesehatan harus memperhitungkan manfaat teknologi, dalam hal memperoleh peralatan canggih dan mendidik profesional kesehatan dan cara menggunakannya.

Teknologi ini mencakup instrumen untuk pembedahan non-invasif, yang akan menghasilkan perawatan yang lebih efektif dan efisien, serta perlunya upaya pencegahan wabah. Bukti menunjukkan bahwa kemajuan teknologi medis berkontribusi pada harapan hidup yang lebih tinggi. Sehingga masyarkat dapat berkontribusi lebih baik. 

Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kesehatan yang efisien merupakan faktor yang sangat berpengaruh dalam kesuksesan membangun ekonomi. (*

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved