Dua Tahun Pasca Diresmikan Jokowi, Pedagang Pasar Rakyat Maros Baru 'Bubar'
Pasar yang letaknya di Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Maros Baru, diketahui hanya ramai sekitar lima bulan, pasca diresmikan Presiden RI, Joko Wido
Penulis: Amiruddin | Editor: Ansar
"Kami hanya bayar kepada petugas pasar yang datang menagih. Sebenarnya memberatkan, karena pembeli yang datang sepi sekali," ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua RT setempat, Syarifuddin (50), yang juga mempertanyakan pungutan tersebut.
Pasalnya kata dia, tidak ada fasilitas yang diberikan ke pedagang.
Bahkan listrik dan air bersih, yang sebelumnya mereka telah bayar, hingga kini belum juga dinikmati.
"Sudah kita sampaikan ke pengelola, tetapi hingga saat ini belum ada realisasi, dan pasar keburu sepi," tuturnya.
Ia berharap pengelola mempertimbangkan, penarikan iuran terhadap pedagang di pasar itu.
"Kalau pembeli ramai, tidak masalah ada pungutan. Tetapi kalau kondisi pasar seperti ini, kita saja rugi pak," ujar pria yang ngaku juga punya kios di pasar itu.
Sekadar diketahui, pasar yang pembangunannya menelan dana miliaran rupiah itu, memiliki luas sekitar 1 hektare.
Terdapat 278 unit ruangan, 44 unit kios, 98 lods, 56 lapak kering, 40 lapak basah, kantor pengelola, mushollah dan lainnya.
Laporan Wartawan Tribun Timur, @amir_eksepsi
Langganan Berita Pilihan
tribun-timur.com di Whatsapp
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur
Follow akun instagram Tribun Timur:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/suasana-terkini-di-pasar-rakyat-maros-baru-yang-sepi-pembeli.jpg)