Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

200 Raja dan Sultan Bakal Kumpul di Wotu Lutim

Forum Informasi dan Komunikasi Keraton se-Nusantara (FIKKN) menunjuk Kedatuan Luwu sebagai tuan rumah. Dimana sekitar 5.000 peserta kirab dijadwalkan

Penulis: Ivan Ismar | Editor: Syamsul Bahri
ivan/tribunlutim.com
Tari Kajangki dipentaskan jelang pelantikan Macoa Bawalipu ke-61, Bau Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri, di SalassaE (baruga), Dusun Benteng, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Jumat (27/7/2018). 

TRIBUNLUTIM.COM, MALILI - Kedatuan Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) ditunjuk menjadi tuan rumah Festival Keraton Nusantara (FKN) ke XIII. Kegiatan berlangsung pada 6-12 September 2019.

Forum Informasi dan Komunikasi Keraton se-Nusantara (FIKKN) menunjuk Kedatuan Luwu sebagai tuan rumah. Dimana sekitar 5.000 peserta kirab dijadwalkan akan mengikuti festival keraton ini.

Live UseeTV Live Streaming Bali United vs PSM - Head to Head di Liga 1, Nonton di HP Tanpa Buffer

Tingkatkan Promosi Daerah, Pemkab Jeneponto Luncurkan Maskot dan Logo

Ketua Persibo Bone Prediksi Bali United vs PSM Berakhir Imbang

Kasus Pemalsuan Dokumen Oknum Caleg di Mamasa Dilimpahkan ke Kejasaan

Hasil Thailand Open 2019-Marcus/Kevin Tumbangkan Pasangan China, Fitriani Menangkan Perang Saudara

Sekitar 100 raja/sultan/datu dan permaisuri ditambah 63 bupati/walikota dijadwalkan akan hadir.

Rencananya, acara ramah tamah raja dan sultan se-nusantara ditempatkan di Kecamatan Wotu, Luwu Timur pada 11 dan 12 September mendatang.

Kegiatan ini bakal dihadiri lebih 200 raja dan sultan dari berbagai kerajaan dan kesultanan dalam dan luar negeri.

Kegiatan digelar di SalassaE (baruga), Dusun Benteng, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur. Terdapat sumur tua di lokasi ini.

Raja dan sultan akan disuguhkan pementasan karya sastra I Lagaligo pulang kampung di Lapangan Gaswo Wotu, Desa Lampenai.

"Termasuk suguhan pertunjukan tarian Kajangki dan Sumajo", kata ketua panitia di Wotu, Muhammad Nur kepada TribunLutim.com, Kamis (1/8/2019).

Sebagai informasi, Tari Kajangki dari Wotu ditetapkan sebagai Warisan Takbenda Indonesia pada Rabu (10/10/2018).

Tari Kajangki dipentaskan jelang pelantikan Macoa Bawalipu ke-61, Bau Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri, di SalassaE (baruga), Dusun Benteng, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Jumat (27/7/2018).
Tari Kajangki dipentaskan jelang pelantikan Macoa Bawalipu ke-61, Bau Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri, di SalassaE (baruga), Dusun Benteng, Desa Lampenai, Kecamatan Wotu, Luwu Timur, Jumat (27/7/2018). (ivan/tribunlutim.com)

Penyerahan sertifikat bertandatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy diserahkan di Gedung Kesenian Jakarta.

Dirjen Kebudayaan, Hilmar Faried yang menyerahkan sertifikat itu kepada Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Musyaffar Syah.

FKN juga bakal dihadiri sejumlah perwakilan dari Belanda, Singapura, Malaysia, Sulu-Filipina, Pakistan, Brunei, Sri Lanka, dan Suku Aborigin.

Pada tahun 2018, FKN ke-XII digelar di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, bersamaan digelarnya Festival Pesona Budaya Minangkabau.

FKN berawal dari Festival Keraton se-Jawa diadakan di Solo pada tahun 1992. Kemudian dikembangkan menjadi Festival Keraton Nusantara atau FKN.

FKN pertama kali diselenggarakan pada tahun 1995 di Yogyakarta. Selanjutnya, Setiap tahunnya, FKN digelar di tempat yg berbeda di Indonesia. (*)

Sumber: Tribun Timur
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved