Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alat Berat Raksasa di Hutan Bekas Tambang PT Vale Indonesia

Perusahaan yang berdiri pada tahun 1968 ini, mampu memproduksi nikel dalam matte hingga puluhan ribu ton per tahun.

Tayang:
Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ansar
abdiwan/tribun-timur.com
Alat berat yang pernah dipakai PT Vale Indonesia Tbk menambang puluhan tahun lalu, saat diabadikan, Rabu (31/7/2019). Alat-alat berat itu kini menjadi penghias di kawasan hutan bekas tambang, yang telah direklamasi PT Vale 

"Mereklamasi itu butuh proses panjang, tak sekadar ditanami begitu saja. Pertama lahan harus ditata, dibikinkan jalan, drainase, dan lain sebagainya," ungkap Erlin ditemui di area nursery.

Erlin memaparkan, ada beberapa kontraktor di PT Vale yang bertugas, mulai dari pembibitan di nursery, hingga penanaman dan perawatan bibit-bibit pohon.

Di kawasan Nursery sendiri, ada 21 ora g yang bekerja membudidayakan bibit pohon.

"Tahapannya itu, pertama kita meminta ke tim enginering untuk merilis kawasan yang tak ditambang lagi," katanya.

"Setelah ada izin, tim reklamasi masuk menata lahan. Kontur tanah ditata dulu, dikasih top soil, bikin jalan, kontur drainase, dan lain-lain, supaya erosi tak rusak lahan," paparnya.

Pada tahap awal reklamasi, pohon yang ditanam dinamai pohon pionir. Setelah tumbuh beberapa tahun, akan kembali ditanami beberapa jenis tanaman di selanya.

"Pertama itu, ditanami tanaman pionir, ada sekitar 10 jenis tanaman itu di sini," ujarnya.

"Dua tahun kemudian kita tanam tanaman lokal, sekarang kita selingi tanaman-tanaman itu, termasuk juga buah-buahan," jelasnya.

PN Pangkajene Terima Dua Berkas Keberatan Nilai Ganti Rugi Lahan Rel KA

Hadapi Pilkada Serentak 2020, DPW PAN Sulsel Segera Kumpul Seluruh Pengurus

FOTO: Irjen Pol Hamidin Pimpin Rapat Persiapan Pengamanan Final Liga Indonesia 2019

Dari 80 hektar kawasan yang ditargetkan untuk direklamasi tahun ini, Erlin mengaku saat ini sudah mencapai sekitar 51 hektar.

Proses reklamasi bukannya tak menemui hambatan. Bibit yang sudah ditanam terkadang rusak dimakan ternak warga yang bebas berkeliaran.

"Terkadang kita ada masalah, salah satunya masyarakat pelihara sapi, tanaman kita dimakan," kata wanita yang sudah 19 tahun bekerja di PT Vale.

Tapi pemerintah dan Vale sudah lakukan usaha penyampaian ke masyarakat," lanjutnya.

Di kawasan pertambangan Vale, sudah dapat ditemui kawasan bekas pertambangan yang mulai rimbun kembali dengan beragam jenis pohon berukuran besar.

Uniknya, di tengah hutan itu, dapat ditemui sejumlah alat berat raksasa rusak, yang dipakai menambang puluhan tahun lalu.

Alat-alat berat itu menjadi saksi bisu sejarah panjang PT Vale mengelola kawasan pertambangan, dan mengubahnya kembali menjadi kawasan hutan. (tribun-timur.com)

Laporan Wartawan tribun-timur.com @Fahrizal_syam

Langganan Berita Pilihan 
tribun-timur.com di Whatsapp 
Via Tautan Ini http://bit.ly/watribuntimur

Follow akun instagram Tribun Timur:

Silakan Subscribe Youtube Tribun Timur:
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved