Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Alat Berat Raksasa di Hutan Bekas Tambang PT Vale Indonesia

Perusahaan yang berdiri pada tahun 1968 ini, mampu memproduksi nikel dalam matte hingga puluhan ribu ton per tahun.

Penulis: Fahrizal Syam | Editor: Ansar
abdiwan/tribun-timur.com
Alat berat yang pernah dipakai PT Vale Indonesia Tbk menambang puluhan tahun lalu, saat diabadikan, Rabu (31/7/2019). Alat-alat berat itu kini menjadi penghias di kawasan hutan bekas tambang, yang telah direklamasi PT Vale 

TRIBUN-TIMUR.COM - SOROWAKO - PT Vale Indonesia tbk, menjadi salah satu perusahaan multitambang terbesar yang ada di Indonesia bahkan di dunia.

Perusahaan yang berdiri pada tahun 1968 ini, mampu memproduksi nikel dalam matte hingga puluhan ribu ton per tahun.

PT Vale mengelola area Kontrak Karya seluas 118.439 hektar yang meliputi tiga provinsi yakni di Sorowako (Sulawesi Selatan), Bahodopi (Sulawesi Tengah), dan Pomalaa (Sulawesi Tenggara).

Luasnya area konsesi atau pertambangan tentunya meninggalkan satu persoalan.

PN Pangkajene Terima Dua Berkas Keberatan Nilai Ganti Rugi Lahan Rel KA

Hadapi Pilkada Serentak 2020, DPW PAN Sulsel Segera Kumpul Seluruh Pengurus

FOTO: Irjen Pol Hamidin Pimpin Rapat Persiapan Pengamanan Final Liga Indonesia 2019

Lahan yang sudah ditambang akan rusak dan harus ditanami kembali atau reklamasi.

PT Vale punya cara terbaik untuk menangani masalah itu.

PT Vale mengundang sejumlah jurnalis dari berbagai media dan daerah, untuk meninjau langsung perusahaan produsen nikel terbesar kedua di dunia ini.

Selama beberapa hari, jurnalis akan berkeliling ke area pertambangan PT Vale, termasuk ke kawasan rehabilitasi lahan, atau kawasan reklamasi.

Saat ini, PT Vale Indonesia Tbk, telah membuka lahan hutan sebanyak 6.139 Hektar, sedangkan yang telah direklamasi sebanyak 4.211 Hektar.

Untuk mereklamsi lahannya, PT Vale mempunyai kawasan nursery atau pembibitan tanaman seluas 2 hektar.

Di kawasan itu, PT Vale membudidayakan setidaknya 65 spesies tanaman.

Beberapa jenis di antaranya yakni salam, kayu angin, buri, mahoni, manggis hutan, jambu-jambuan.

PN Pangkajene Terima Dua Berkas Keberatan Nilai Ganti Rugi Lahan Rel KA

Hadapi Pilkada Serentak 2020, DPW PAN Sulsel Segera Kumpul Seluruh Pengurus

FOTO: Irjen Pol Hamidin Pimpin Rapat Persiapan Pengamanan Final Liga Indonesia 2019

Serta beberapa tanaman endemik seperti Lokomomo dan Sepatu Dea.

Bibit-bibit itu diambil dari kawasan hutan sebelum ditambang, lalu dibudidaya di Nursery.

Junior Mine Reclamation Engginer di PT Vale, Erlin Hari menjelaskan, tahun ini mereka menargetkan dapat mereklamasi sekitar 80 hektar kawasan bekas tambang.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved