Bunga Acuan Turun, Peluang Developer Tingkatkan Penjualan
Penurunan suku bunga mengindikasikan bahwa ekonomi menunjukkan tren positif.
Penulis: Hasriyani Latif | Editor: Hasriyani Latif
Sementara suku bunga acuan tidak ada jaminan turun terus.
"Inilah yang dinamakan ketidakpastian (uncertainty). Investor cenderung wait and see, mau ekseskusi tapi jangan-jangan bulan depan naik lagi," jelasnya.
Karenanya dibutuhkan kebijakan yang konsisten dari bank sentral. "Tidak gampang naik turun. Jauh lebih bagus jika mempertahankan atau stabil saja," ujarnya.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi
Gubernur BI, Perry Warjiyo sebelumnya menegaskan terkait penurunan suku bunga acuan menjadi 5,75 persen.
Menurutnya stimulus moneter ini bertujuan untuk mendorong momentum pertumbuhan ekonomi domestik di tengah stabilitas ekonomi Indonesia yang masih terjaga.
Begitujuga dengan pelemahan ekonomi global akibat perang dagang Amerika Serikat (AS) dan China.
Kebijakan penurunan suku bunga acuan ini diambil dengan beberapa pertimbangan.
Yakni, nilai tukar rupiah menguat, inflasi yang masih terkendali, serta mendorong ketahanan perbankan.
Sampai dengan akhir tahun 2019 BI berharap kebijakan ini dapat membawa inflasi yang terjaga dan tetap rendah.
Juga menjaga stabilitas rupiah, sistem perbankan yang akomodatif, neraca pembayaran terkendali, dan stimulus penanaman modal asing.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pengembang-3456-tgetkasdb.jpg)