Catut Nama Kapolsek, 2 Passobis Sidrap Gasak Duit Kades Pasangkayu Rp 40 Juta

Pelaku mengatasnamakan Kapolsek Baras berhasil mengelabui korbannya lewat telepon.

Catut Nama Kapolsek, 2 Passobis Sidrap Gasak Duit Kades Pasangkayu Rp 40 Juta
HANDOVER
Ilustrasi penipuan via telepon (passobis) 

TRIBUNMAMUJU.COM, PASANGKAYU - Kepolisian Daerah (Polda) Sulbar bersama Tim Buser Polres Mamuju Utara dan Personel Polsek Baras menyiduk dua pelaku Passobis di Kabupaten Sidrap.

Kedua pelaku Dahri (38) dan Rahmatul Syahrir (21) dibekuk polisi setelah berhasil menipu Kepala Desa Motu, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu.

Akibat penipuan itu, korban mengalami kerugian sebesar Rp 40 juta.

Pelaku mengatasnamakan Kapolsek Baras berhasil mengelabui korbannya lewat telepon

Baca: Rangas Beach Bisa Jadi Pilihan Berakhir Pekan di Mamuju, Ini Kelebihannya

Baca: Impian Peternak Polman Ini Terkabul, Sapinya Dibeli Presiden Jokowi

Kapolsek Baras AKP Rigan Hadi Nagara menyebutkan, awalnya pelaku membangun komunikasi lewat pesan singkat berkedok koordinasi.

“Jadi pelaku mengirim SMS bahkan menelepon korban menanyakan situasi wilayah,” kata Rigan, Jumat (26/7).

Beberapa waktu kemudian, pelaku menelepon korban meminta pinjaman uang untuk pembelian tiket Ketua Bhayangkari Pasangkayu yang berada di Jakarta.

"Korban kemudian mentransferkan uang ke rekening pelaku sebanyak Rp 40 juta," ujar Rigan.

Korban baru curiga dan melaporkan peristiwa itu setelah nomor teleponnya diblokir pelaku.

Baca: Kejar Perjalanan Dinas Fiktif Gubernur Sulsel ke Jepang, Pansus Hak Angket Hadirkan Saksi Ahli

Baca: Perusahaan Amerika Jajaki Empat Proyek Investasi di Sulbar

Dari tangan kedua pelaku, polisi menyita 11 buku rekening bank, pakaian pelaku yang digunakan saat bertransaksi di ATM.

Selain penipuan lewat SMS dan telepon, pelaku Rahmatul Syahril juga mengakui penipuan di media sosial dengan membuat akun palsu bernama Nur Fandeli dan Pusat Penjualan Meubel Kayu Jepara.

"Modusnya masuk ke group-group Facebook, setelah korban cocok dengan harga yang ditawarkan, pelaku meminta transferan uang senilai harga barang," jelas Rigan.(tribunmamuju.com)

Penulis: Nurhadi
Editor: Mahyuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved