Benarkah Hipotermia Pendaki Wanita di Gunung Rinjani Bisa Diatas dengan Disetubuhi? Penjelasan Ahli
Benarkah Hipotermia Pendaki Wanita di Gunung Rinjani Bisa Diatas dengan Disetubuhi? Penjelasan Ahli
Benarkah hipotermia Pendaki Wanita di Gunung Rinjani Bisa Diatas dengan Disetubuhi? Penjelasan Ahli
TRIBUN-TIMUR.COM - Viral di media sosial seorang pendaki Gunung Rinjani yang mengalami hipotermia kemudian disetubuhi sebagai bentuk tindakan pertolongan.
Benarkah hipotermia pada pendaki wanita bisa diatasi dengan disetubuhi pendaki pria?
Ini penjelasan dari Center for Disease Control and Prevention (CDC) alias Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat.
Berada di pengunungan dengan suhu yang tidak menentu membuat reaksi tubuh bermacam-macam.
Salah satunya adalah hipotermia, dimana suatu kondisi ketika mekanisme tubuh mengalami kesulitan untuk mengatur suhu tubuh pada tekanan suhu dingin di mana suhu tubuh di bawah 35 derajat celcius.
Dikutip TribunStyle.com dari laman Medical News Today, hipotermia terjadi ketika tubuh tidak dapat menghasilkan energi yang cukup untuk menghangatkan tubuh.
hipotermia bisa berakibat fatal.

Baca: Gubernur Minta Pemeriksaan Diundur, Panitia Hak Angket: Jangan Terlalu Lama
Baca: Tak Ada Listrik dan Air Bersih, Perumahan Nelayan Bantuan Kementerian PUPR di Takalar Ditinggalkan
Bayi dan orang tua khususnya sangat berisiko.
Dalam kondisi yang sehat, tubuh mempertahankan suhu yang relatif stabil sekitar 98,6˚F atau 37˚C.
Jika lingkungan menjadi terlalu dingin atau tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup, suhu inti bisa turun, dan hipotermia dapat berkembang.
Antara tahun 2003 dan 2013, lebih dari 13.400 orang meninggal karena hipotermia di Amerika Serikat, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Hipotermia adalah kondisi parah di mana suhu tubuh turun ke tingkat rendah yang tidak normal.
Itu terjadi ketika tubuh tidak mampu menghasilkan panas yang cukup untuk melawan panas yang hilang.
Bagian otak yang mengendalikan suhu tubuh disebut hipotalamus.
Ketika hipotalamus mengenali perubahan suhu tubuh, ia memulai respons tubuh untuk mengembalikan suhu tubuh.
Baca: Cara Napi Ini Bisa Koleksi 1.300 Foto Panas & Video Mesum Siswa SD hingga SMA, Simpannya Disini
Baca: Foto-foto Romantis Siti Badriah & Sang Suami Krisjiana Baharudin Sebelum Sah Jadi Suami Istri
Baca: PSM vs Persija, Ribuan Personel Pengamanan Standy di Stadion
Tubuh menghasilkan panas selama proses metabolisme rutin dalam sel yang mendukung fungsi tubuh yang vital.