OPINI

OPINI - F8 Dihapuskan, Apa Kata Dunia?

Makassar baru saja tiga tahun F8 dilaksanakan sudah masuk sebagai salah satu dari 10 event nasional.

OPINI - F8 Dihapuskan, Apa Kata Dunia?
dok tribun
Wartawan Senior Sulsel

Makassar baru saja tiga tahun F8 dilaksanakan sudah masuk sebagai salah satu dari 10 event nasional.

Tidak pernah ada kegiatan seperti itu di kota lain yang sama dengan kegiatan di Makassar. Pada tahun 2018 sebanyak 30 negara hadir berikut dengan duta besarnya.

“Perhelatan F8 terakhir ini mencatat rekor pengunjung 2,5 juta orang dengan transaksi mencapai Rp 29 miliar,” kata Danny Pomanto dalam suatu percakapan dengan saya.

Baca: Disbudpar Luwu Utara Latih 17 Komunitas untuk Kembangkan Pariwisata

Mungkin ada yang bertanya, apa sih dampak dan manfaatnya bagi Kota Makassar dan warganya dengan adanya perhelatan F8?

Yang jelas jawabannya satu kata, kebanggaan. Warga Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya bangga budayanya dikenal oleh mereka yang bertandang menyaksikan F8.

Sangat ironis memang, di tengah kita mengundang wisatawan mancanegara dan domestik melalui F8 guna mengantongi devisa, tiba-tiba F8 malah dihapuskan.

Saya kira dibandingkan dana APBD tersedot untuk program yang sangat elitis, agaknya multiplier effect F8 lebih dirasakan oleh masyarakat secara langsung.

Pergerakan ekonomi dalam berbagai sektor dirasakan oleh masyarakat, meskipun selama penyelenggaraan F8 terjadi kemacetan lalu lintas.

Lalu lintas macet, itu karakter sebuah kota yang berkembang lantaran kendaraan banyak, bukti kehidupan kota sudah jauh lebih baik.

F8 termasuk salah satu ajang yang mempromosikan Makassar secara baik.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved