Makassar Hash House Harriers Lari Lintas Alam di Patalassang Gowa

Hash House Harriers adalah, sebuah komunitas/grup internasional, atau klub sosial yang rutin menggelar event lari non-kompetitif.

Makassar Hash House Harriers Lari Lintas Alam di Patalassang Gowa
Makassar Hash House Harriers
Makassar Hash House Harriers (MH3) menggelar event MH3 2000th Run, berlangsung di kawasan perumahan Lavanya, Patalassang, Kabupaten Gowa, Sabtu (22/6/2019). 

TRIBUN-TIMUR.COM, GOWA - Makassar Hash House Harriers (MH3), menggelar event MH3 2000th Run, berlangsung di kawasan perumahan Lavanya, Patalassang, Kabupaten Gowa, Sabtu (22/6/2019).

Hash House Harriers adalah, sebuah komunitas/grup internasional, atau klub sosial yang rutin menggelar event lari non-kompetitif.

Baca: 3 Balon Bupati Maros Kompak ke Bantimurung Berakhir Pekan

Baca: BERLANGSUNG 0-0 Live Indosiar Live Streaming Persela vs Persija - Debut Julio Banuelos di Liga 1

Komunitas ini tersebar di seluruh Indonesia, bahkan di seluruh dunia, dimana anggotanya sebagian besar merupakan warga negara asing, yang bermukim di suatu daerah atau kota.

Untuk di Makassar, anggota komunitas ini terdiri dari para WNA, yang bekerja di perusahaan-perusahaan atau kantor konsulat jenderal, namun saat ini juga sudah banyak bergabung warga lokal.

Pada event kali ini, para anggota MH3 berlari dengan titik start di kawasan perumahan Lavanya, dan finish di tempat yang sama.

Para peserta berlari melintasi alam bebas, dengan mengikuti tanda tertentu yang telah dipasang di sepanjang jalur lari.

Salah satu anggota MH3, Philip Karundeng mengatakan, hampir setiap pekan MH3 menggelar acara seperti spesial run seperti ini, dengan tujuan selain olahraga, juga untuk berkumpul dan bersenang-senang bersama anggota komunitas.

"Kita itu istilahnya 3F, yaitu Fun, Friendship, dan Fitness. Kita olahraga santai, lari melintasi alam yang menantang. Setelah itu, kita santai-santai, makan dan minum bersama," ucapnya.

Ia menjelaskan, olahraga lari yang dilakukan MH3 diciptakan orang Inggris, pada tahun 1938 di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Dulu ada orang Inggris mereka duduk di cafe, lalu minum-minum. Mereka kemudian berfikir, kalau cuma minum saja tidak sehat, jadi harus olahraga juga, jadi mereka lari melintas alam," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Fahrizal Syam
Editor: Sudirman
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved