OPINI
OPINI - PSM dan Budaya Sulsel
Bagi PSM, kemenangan bukan sekadar perihal 3 poin semata melainkan juga perihal falsafah perjuangan dan harga diri..
Bagi saya, PSM Makassar adalah klub yang memiliki values itu. PSM mampu menjelma sebagai identitas masyarakat Makassar dan masyarakat Sulawesi Selatan pada umumnya.
Baca: PLN Beri Bantuan Pipanisasi, Warga Desa Rappolemba Gowa Tersuplai Air Bersih
PSM mampu menjadi pranata sosial yang mengejawantahkan falsafah dan nilai-nilai sosio-kultural masyarakat setempat sekaligus menjadi perekat dan pemersatu bagi kemajemukan sosial masyarakat Makassar dan Sulawesi Selatan.
PSM Makassar tidak mengambil/meniru nilai dan budaya dari daerah/negara lain. Namun mengejawantahkan nilai dan budayanya sendiri.
PSM Makassar adalah salah satu klub bahkan mungkin satu-satunya klub di Indonesia yang mampu menjaga dan membangun relasi respirokal yang kental antara sepak bola dan budaya.
Semoga seiring dengan perkembangan dan dinamika zaman. Hubungan erat itu senantiasa dapat terjaga.
Harus disadari bahwa tidak ada hal yang lebih membanggakan selain bangga dan merawat nilai-nilai kearifan lokal sendiri (dalam hal ini melalui sepak bola).
Karena di sanalah entitas dan identitas itu berada. (*)
Catatan: tulisan ini telah terbit di Tribun Timur edisi cetak, Kamis (20/06/2019)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pradikta-andi-alvat.jpg)