OPINI
OPINI - PSM dan Budaya Sulsel
Bagi PSM, kemenangan bukan sekadar perihal 3 poin semata melainkan juga perihal falsafah perjuangan dan harga diri..
Oleh:
Pradikta Andi Alvat
Pecinta PSM asal Kabupaten Rembang Jawa Tengah
Ketika kita mencintai sesuatu, maka pasti ada alasan atau argumentasi di balik rasa cinta kita pada sesuatu tersebut.
Alasan atau argumentasi tersebut bisa mengenai hal-hal yang bersifat prinsipil atau juga bisa hanya karena hal-hal yang sifatnya sederhana.
Terkait dengan raca cinta, bisa dikatakan saya adalah termasuk orang yang perfeksionis, dalam artian setiap saya melabuhkan hati pada sesuatu pasti dilandasi dengan alasan dan juga dasar argumentasi yang kuat.
Begitu juga ketika saya melabuhkan hati untuk ‘mencintai’ klub sepak bola kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan, khususnya kota Makassar yakni PSM Makassar.
Klub sepak bola favorit saya di Indonesia adalah PSM Makassar, mengapa PSM Makassar?
Padahal saya berasal dari Jawa Tengah yang seharusnya lebih ‘wajar’ kalau memavoritkan klub-klub ikonik di Jawa Tengah seperti PSIS Semarang atau Persis Solo.
Mengingat pada umumnya faktor seseorang memavoritkan sebuah klub itu dipengaruhi oleh latar belakang wilayah, tradisi, dan budaya di mana dia lahir dan tumbuh.
Baca: Aktivis Mahasiswa Luwu Utara Unjuk Rasa di PTTUN, Kawal Dugaan Pelanggaran Pilkades 4 Desa
Baca: Pendaftaran Sistem Zonasi Berakhir Besok di SMAN 1 Barru
Misalnya orang yang lahir atau besar di Jakarta, maka berpotensi besar akan menjadikan klub Persija Jakarta sebagai klub favoritnya, mengingat wilayah, tradisi, dan budaya sepak bola masyarakat Jakarta adalah tentang Persija Jakarta.
Misalnya lagi orang yang lahir atau besar di Surabaya, maka berpotensi besar akan menjadikan klub Persebaya Surabaya sebagai klub favoritnya.
Yang sedikit aneh adalah ketika ada seseorang memavoritkan sebuah klub yang jauh dari tradisi, budaya, dan wilayah dimana dia berada.
Seperti halnya diri saya. Lahir di Rembang. Kemudian beranjak dewasa (kuliah) di Semarang.
Namun justru memavoritkan sebuah klub sepak bola asal Sulawesi Selatan, sebuah tempat yang jauh dari lingkungan dan budaya sepak bola dimana saya lahir dan beranjak dewasa.
Ada sebuah alasan dan argumentasi kuat mengapa saya menjadikan PSM Makassar sebagai klub favorit saya di Indonesia.
Alasan dan argumentasi tersebut adalah karena PSM Makassar adalah sebuah klub yang memiliki tradisi dan karakter bermain.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/pradikta-andi-alvat.jpg)