Sengketa Pilpres di MK

Prabowo Mau MK Diskualifikasi 01 Ini Pandangan Prof Laica & Reaksi Tim 02 Permohonan Disebut Skripsi

Prabowo Mau MK Diskualifikasi 01 Ini Pandangan Prof Laica & Reaksi Tim 02 Permohonan Disebut Skripsi

Tim Hukum Jokowi Luhut MP Pangaribuan menyindir jika permohonan Prabowo - Sandi seperti skripsi karena menyertakan banyak kutipan.

"Bagaimana ini Bang Nasrullah disebut skripsi?" tanya Chaca Annisa.

"Nggak apa-apa, apa yang kami buat disini dengan dasar-dasar teoritik dan filosofi kemudian kita rujuk pada dasar-dadar hukum baru kemudian kita rujuk ke fakta. Kalau ada yang belum pernah melihat pertempuran para akademisi profesor-profesor di ruang sidang tentu akan berpendapat itu (skripsi)," kata Nasrullah.

Simak selengkapnya:

Daftar 5 Tuduhan Kecurangan oleh Jokowi - Maruf

Diungkap melalui Sidang MK ( Mahkamah Konstitusi), berikut daftar 5 tuduhan kecurangan Jokowi - Maruf Amin yang bikin dia bisa didiskualifikasi dari Pilpres 2019 dan Prabowo-Sandi yang menang.

Ketua Tim Hukum Capres dan Cawapres RI nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno, Bambang Widjojanto menilai pasangan Capres dan Cawapres RI nomor urut 01 Joko Widodo - Maruf Amin berpotensi melakukan kecurangan secara terstrukrur, sistematis, dan masif selama proses Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2019.

Oleh sebab itu, Tim Hukum Prabowo Subianto - Sandiaga Uno meminta Mahkamah Konstitusi (MK) mendiskualifikasi pasangan Jokowi dan Maruf Amin sebagai peserta pemilu 2019.

Mereka juga meminta MK menyatakan pasangan Capres dan Cawapres nomor urut 02 sebagai pemenang pilpres atau paling tidak pemungutan suara diulang secara nasional.

"Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan KH Maruf Amin harus dibatalkan atau didiskualifikasi sebagai peserta Pilpres 2019, dan pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden 02, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno harus dinyatakan sebagai pemenang Pilpres 2019, atau paling tidak pemungutan suara Pilpres 2019 diulang secara nasional," ujar Bambang Widjojanto dalam sidang pendahuluan sengketa hasil Pilpres di gedung MK, Jakarta Pusat, Jumat, (14/6/2019).

Halaman
1234
Editor: Mansur AM
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved