Benarkah Kas Negara Kosong Gegara Dipakai Bayar THR & Gaji ke-13?, CITA: Ini Alarm Defisit APBN!

Benarkah Kas Negara Kosong Gegara Dipakai Bayar THR & Gaji ke-13, CITA: Ini Alarm Defisit APBN!

Benarkah Kas Negara Kosong Gegara Dipakai Bayar THR & Gaji ke-13?, CITA: Ini Alarm Defisit APBN!
screen twitter
Benarkah Kas Negara Kosong Gegara Dipakai Bayar THR & Gaji ke-13, CITA: Ini Alarm Defisit APBN! 

Benarkah Kas Negara Kosong Gegara Dipakai Bayar THR & Gaji ke-13, CITA: Ini Alarm Defisit APBN!

TRIBUN-TIMUR.COM - Beredar kabar bahwa kas Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) kosong.

Akibatnya embayaran restitusi tertunda.

Dalam informasi tersebut juga dicantumkan dugaan penyebab kekosongan adalah adanya penggunaan kas untuk Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke-13.

Baca: Rapat dengan OJK, Wagub Bahas Pembukaan Bank Wakaf Mikro

Baca: Beli Rumah di Bukit Baruga Dapat Cashback Rp 100 Juta Hingga Liburan ke Luar Negeri

Baca: VIRAL, Wanita Cantik di Enrekang ini Dinikahi dengan Uang Panaik Cek BCA Rp 500 Juta, Warganet Heboh

Baca: Begini Cara Darije Kalezic Bangun Kekuatan PSM Makassar, Meski Jadwal Padat

Baca: Mulai 8 Juli 2019, Bank Mandiri KCP MMU Camba Maros Tempati Kantor Baru, Ini Alamatnya

Menanggapi kondisi tersebut Direktur Eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Yustinus Prastowo mengatakan, kondisi ini bisa menurunkan kepercayaan wajib pajak (WP) kepada pemerintah.

"Kalau sampai ada hak WP tak terbayar tepat waktu kan merugikan WP dan bisa menurunkan trust," jelas Yustinus saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (13/6).

Adapun duduk permasalahan ini terkait dengan masalah managemen keuangan negara.

Pasalnya dengan realisasi penerimaan yang kurang menggembirakan, ada potensi untuk menambah utang.

"Ini alarm untuk defisit APBN juga," imbuhnya.

Baca: Putuskan Gantung Raket, Ini Daftar Lengkap Medali yang Pernah Diraih Lee Chong Wei Selama 19 Tahun

Baca: Dihadang Sopir Bus di Sinjai, Damri Rute Bulukumba-Mamuju Stop Beroperasi

Seperti diketahui sebelumnya, realisasi penerimaan pendapatan negara dan hibah sampai akhir April 2019 sebesar Rp 530,7 triliun atau setara 24,5% dari target APBN 2019 sebesar Rp 2.165,1 triliun.

Penerimaan tersebut hanya tumbuh 0,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (yoy), jauh lebih lambat dibandingkan tahun lalu yang pertumbuhannya 13,2% yoy.

Baca: Wajo Langganan Banjir, Pemkab Salahkan Hujan, Caleg Terpilih: karena Tambang

Baca: Pemkot Makassar Siapkan Hadiah di Program Minggu Sehat

Baca: Jurusan Favorit di UIM Makassar, Dapat Jadi Pilihan Calon Mahasiswa Angkatan 2019

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul Kas negara dikabarkan kosong, CITA: Ini alarm untuk defisit APBN

Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved