Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Mengenali dan Cara Mengobati Kanker Darah / Leukimia yang Diderita Ibu Ani Yudhoyono

Mengenali dan Cara Mengobati Kanker Darah / Leukimia yang Diderita Ibu Ani Yudhoyono

Tayang:
Kolase Tribun Jabar (Instagram/aniyudhoyono)
Sampai Banjr Doa dari Netizen, Ani Yudhoyono Kembali Masuk ICU, 2 Politikus Demokrat Ini Beri Kabar 

Mengenali dan Cara Mengobati Kanker Darah / Leukimia yang Diderita Ibu Ani Yudhoyono

TRIBUN-TIMUR.COM,- INNALILLAH Ibu Ani Yudhoyono meninggal dunia di Singapura.

Kabar duka dari Ibu Negara RI 2004-2014, Ny Ani Yudhoyono.

Baca: Perjalanan Cinta Presiden ke-6 Indonesia SBY hingga Mantap Mempersunting Ibu Ani Yudhoyono

Baca: BREAKING NEWS: Ibu Ani Yudhoyono Meninggal Dunia, Dikabarkan Pertama Kali oleh dr Terawan

Baca: Purnawirawan yang Diundang Jokowi ke Istana Usai Kivlan Zein & Soenarko Diduga Makar, Bahas Ini

Baca: BREAKING NEWS! Ibu Ani Yudhoyono Kembali Drop Pagi Ini, Doa Sedih Banjiri Medsos Elit Demokrat

Istri Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, Kristiani Herawati atau Ani Yudhoyono meninggal dunia, Sabtu (1/6/2019).

Kabar meninggalnya Ani Yudhoyono disampaikan dalam siaran breakingnews KompasTV.

 Disampaikan presenter KompasTV, Ani Yudhono meninggal Sabtu siang pukul 11.50 waktu Singapura. 

Dan hingga saat ini, keluarga Ibu Ani terus berdatangan di Rumah Sakit tak terkecuali para kerabat, kolega dan elit demokrat.

Saat berita ini diturunkan, besan SBY Hattrajasa sedang live di Kompas TV mengabarkan kondisi terkini. 

"Kami mohonkan doa semoga keluarga yang ditinggalkan dapat tetap tabah menghadapi cobaan yang berat ini,"kata Hattarajasa.

Hattrajasa juga mengkonfirmasi bahwa saat ini anak cucu dan menantu ibu Ani sedang berada di rumah sakit dan belum bisa ditemui. 

Wartawan juga bertanya perihal kondisi terkini SBy kepada Hattarajasa. 

"Tentu sebagai suami yang mendampingi 43 tahun terlihat rasa duka yang mendalam namun beliau ikhlas menerima takdir Allah ini. 

Seluruh keluarga Ikhlas melepas ibu Ani yang sangat kita cintai bersama.

Lama di rumah sakit

Ani Yudhoyono sudah 4 bulan ini dirawat di National University Hospital (NUH) Singapura karena leukemia turunan dari kanker darah.

Sejak pertengahan Mei lalu, Ani Yudhoyono sempat dikabarkan membaik karena sudah diizinkan keluar dari kamar di Rumah Sakit.

Namun, saat ini kondisi Ani Yudhoyono mengalami penurunan.

Istri dari mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut bahkan dikabarkan sudah tak sadarkan diri sejak Jumat (31/5/2019) pagi.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean.

"Pagi tadi pukul 08.00 drop lagi dan pukul 09.00 tidak sadarkan diri," kata Ferdinand, seperti dikutip dari Tribunnews.com.

Ani Yudhoyono sendiri belakangan diketahui sedang menjalani perawatan di Singapura untuk mengobati sakit kanker darah yang dialaminya.

Kondisi yang dialami oleh Ani Yudhoyono ini mempertegas kondisi bahwa, penyakit leukemia memiliki beberapa fase.

Dari mulai kondisi awal hingga tahapan kritis yang dialami oleh penderita leukimia.

Seperti dikutip Wartakotalive.com dari Intisari.Grid, berikut ini beberapa tahapan penderita leukimia.

1. Stadium A

Pada tahap ini terjadi pembersaran kelenjar getah bening, (limafedenopati) yang mana kurang dari tiga kelompok sel darah putih yang tinggi.

2. Stadium B

Pembesaran kelenjar getah bening pada lebih dari tiga kelompok/lokasi dalam jumlah sel darah putih tinggi.

3. Stadium C

Pada fase ini terjadi pembesaran pada kelompok kelenjar getah bening atau limpa di suatu bagian tubuh, jumlah sel darah putih tinggi dan jumlah sel darah merah trombosit rendah.

Pada setiap fase, kelompok kelenjar getah bening diartikan sebagi kelenjar getah bening di suatu area tertentu seperti di leher, ketiak, atau pangkal paha.

Setiap daerah dihitung sebagai kelompok, bahkan jika kelenjar getah bening di kedua sisi tubuh membengkak, pasa setiap tahap, leukimia memiliki gejalanya sendiri.

Kemudian, setiap tahap dirasakan sebagai berikut ini :

Tahap A : satu-satunya gejala yang mungkin Anda miliki adalah pembesaran kelenjar getah bening, dan biasanya belum dirasakan oleh Anda.

Tahap B : Anda mungkin akan merasa lelah dan belum memiliki gejala.

Tahap C : Anda akan mengalami anemia dan cepat merasa lelah, pada tahap ini Anda akan memiliki tanda-tanda pembekuan darah abnormal, seperti mimisan atau memar.

Anda akan mengalami infeksi berulang seperti misal penurunan berat badan serta mudah berkeringat pada malam hari.

Apa saja gejala kanker darah?

Gejala kanker darah berbeda-beda tergantung jenisnya. Seperti dialami Ani Yudhoyono termasuk pada leukimia memiliki ciri-ciri khas

Meski begitu, leukimia memiliki banyak gejala yang dapat membantu mendeteksi penyakit ini ini, seperti Anemia darah sukar membeku, sering mengalami perdarahan seperti mimisan, gusi berdarah, atau memar

Rentan terkena infeksi, nyeri pada persendiannya atau di bagian tulang belakang, sakit kepala yang intens, nafsu makan menurun, mengalami penurunan berat badan secara drastis, muncul keringat berlebih di malam hari.

Apa yang penyebab kanker darah?

Penyebab kanker darah adalah pertumbuhan yang tidak terkendali dari sel-sel darah.

Normalnya, sel-sel darah di dalam tubuh mengikuti jalur pertumbuhan teratur, pembelahan, dan kematian tapi sel-sel kanker darah tidak. Sel-sel penyebab kanker darah tidak mati secara otomatis.

Selain itu, sel-sel kanker darah yang tidak normal dapat menyebar ke daerah lain, menekan sel darah normal dan menghambat fungsinya.

Secara umum para ilmuan masih belum mengetahui secara pasti apa penyebab kanker darah.

Namun, para ahli menduga bahwa perubahan dalam DNA bisa membuat sel-sel darah yang sehat menjadi kanker.

Kanker ini juga memiliki kecenderungan genetik. Jadi, jika keluarga terdekat Anda seperti orangtua, saudara kandung, kakek, ataupun nenek memiliki riwayat penyakit ini, maka Anda pun berisiko memilikinya juga.

Selain itu, ada juga faktor-faktor lain yang bisa jadi penyebab kanker darah. Di antaranya paparan bahan kimia berbahaya, paparan radiasi, serta infeksi virus tertentu.

Apa yang meningkatkan risiko terkena kanker darah?

Tergantung pada jenis kanker darah, faktor risiko juga bervariasi pada masing-masing jenis.

Memahami faktor risiko dapat membantu Anda menemukan solusi terbaik untuk mencegah penyakit ini berkembang.

Faktor risiko kanker darah leukemia meliputi: adanya penyakit keturunan gangguan pada imun tubuh.

Memiliki seorang saudara kandung atau kembaran dengan leukemia.

Riwayat paparan radiasi, kemoterapi, benzena dengan takaran yang tinggi.

Riwayat pada sistem imun seperti transplantasi organ.

Bagaimana mengobati kanker darah?

Pengobatan untuk kanker darah tergantung pada jenis kanker, penyebaran kanker, usia dan kesehatan pasien secara keseluruhan, serta resepon pasien terhadap pengobatan. Beberapa pengobatan kanker darah yang umum termasuk:

1. Kemoterapi.

Kemoterapi adalah penggunaan obat antikanker yang dirancang untuk mengganggu dan menghentikan pertumbuhan sel-sel kanker dalam tubuh.

Kemoterapi untuk kanker darah kadang-kadang terdiri dari pemberian beberapa obat bersama dalam satu set pengobatan ainnya.

Selain itu, kemoterapi juga dapat diberikan sebelum transplantasi sel punca.

2. Terapi radiasi. 

Prosedur ini dapat digunakan untuk menghancurkan sel-sel kanker atau untuk mengurangi rasa nyeri atau tidak nyaman saat gejala kanker darah muncul.

Dengan menggunakan gelombang energi tinggi seperti, sinar x, gama, proton, dan elektron untuk membunuh sel kanker.

Walaupun terapi radiasi paling sering digunakan sebagai obat kanker, tetapi terkadang terapi ini juga dipakai untuk mengobati pasien yang tidak terkena penyakit ini, seperti tumor dan gangguan pada kelenjar tiroid.

3. Terapi target. 

Terapi yang menggunakan obat-obatan atau bahan kimia lain untuk mengidentifikasi dan menyerang sel kanker secara spesifik tanpa membunuh sel-sel normal.

4. Transplantasi stem cell. 

Artikel ini telah tayang di Wartakotalive dengan judul Ani Yudhoyono Kritis, Berikut Fase Leukimia yang Tak Terlihat, Kenali Gejalanya Sebelum Terlambat

Penulis: Dian Anditya Mutiara

Editor: Dian Anditya Mutiara

Padatnya Pengunjung Berburu Baju Lebaran di Karebosi Link

Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah (NA) @nurdin.abdullah, mengunjungi tiga mega proyek yang ada di Kabupaten Luwu Utara.

Sumber: Warta Kota
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved