Sulteng Bergerak Sebut Data Pemkot Palu Terkait Korban Bencana Keliru
Hal itu berdasarkan pendataan International Organization for Migration (IOM) pada18-22 Maret 2019 lalu.
Penulis: abdul humul faaiz | Editor: Ansar
"Justru, selama ini yang aktif mendorong agar warga Kota Palu mendapatkan bantuan huntara dan sebagainya itu adalah relawan dan NGO," kata Adriansa.
Pengembangan Kopi Kahayya Menjadi KKN Tematik Mahasiswa Unhas
Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Palu selama ini hampir tak terlihat apa yang dikerjakannya.
"Indikatornya bisa dilihat dari banyaknya pengungsi yang masih tinggal di pengungsian darurat termasuk hak korban belum terpenuhi," ungkapnya.
Ia mengatakan pemerintah Kota Palu harus lebih fokus dan serius terhadap masalah korban.
Kata Adrian, korban saat ini perlu penanganan serius karena seperti yang disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Palu, Arfan bahwa tenda-tenda pengungsian darurat saat ini sebagian besar sudah tak layak pakai lagi.
Selain itu, kata Adriansa, pemerintah Kota Palu juga harus secepatnya memikirkan alternatif pekerjaan para korban.
"Sebab, mayoritas pengungsi baik yang di tinggal di huntara, apalagi mereka yang tinggal di tenda pengungsian darurat selama ini tidak memiliki pekerjaan sama sekali," pungkasnya. (Tribunpalu.com/Abdul Humul Faaiz).
Diduga Warga Palopo Tewas Dirampok, Polisi Olah TKP
Bandara Sultan hasanuddin kelak mirip Kupu-kupu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/koordinator-sulteng-berkerak.jpg)