Sulteng Bergerak Sebut Data Pemkot Palu Terkait Korban Bencana Keliru

Hal itu berdasarkan pendataan International Organization for Migration (IOM) pada18-22 Maret 2019 lalu.

Sulteng Bergerak Sebut Data Pemkot Palu Terkait Korban Bencana Keliru
Faiz/tribunpalu.com
Koordinator Sulteng Berkerak, Adriansa Manu 

TRIBUNPALU.COM, PALU - Koordinator Sulteng Bergerak, Adriansa Manu menyebutkan, data yang disampaikan pemerintah Kota Palu terkait pengungsi yang masih tinggal di tenda darurat keliru.

Hal itu disampaikannya kepada Tribunpalu.com, Selasa (28/5/2019).

Sebab, menurut Adriansa, korban yang belum menempati Huntara jauh lebih besar ketimbang data yang disampaikan pemerintah Kota Palu beberapa waktu lalu.

Hal itu berdasarkan pendataan International Organization for Migration (IOM) pada18-22 Maret 2019 lalu.

Ia menyebutkan, korban yang masih tinggal di shelter atau pengungsian terpusat menurut data IOM masih 13.951 jiwa.

Jelang Idul Fitri, Segini Harga Daging Ayam dan Telur di Pasar Pabaeng-baeng Makassar

Mau Mudik ke Wajo? Hati-hati Melintas di Jalur Ini, Sementara Perbaikan

Sementara terdapat 1.879 jiwa pengungsi tinggal secara individu.

Selain itu juga ada pengungsi yang tinggal di rumah keluarga atau kerabat yakni sebanyak 1.339 jiwa.

Jadi total pengungsi yang belum tinggal di Huntara khusus untuk Kota Palu masih terdapat 29.555 jiwa atau 7.502 Kepala Keluarga (KK).

Adriansa menegaskan, Pemerintah Kota Palu perlu mengecek kembali pengungsi yang ada.

"Jangan sampai yang lain tidak terdata. Kami berharap pemerintah perlu melakukan verifikasi data untuk memastikan data pemerintah valid," katanya.

Halaman
123
Penulis: abdul humul faaiz
Editor: Ansar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved