OPINI

OPINI - PR Bagi Petugas Pelayanan Rumah Sakit

Bukan rahasia lagi, terkadang di sebuah RS ada petugas pelayanan berbuat teledor saat melakukan tindakan.

OPINI - PR Bagi Petugas Pelayanan Rumah Sakit
tribun timur
Pengajar di Kabupaten Gowa

Sebagaimana dikutip dari berita tribunnews.com, berjudul “Pascamelahirkan Khaerunnisa Tampak Sehat, Tapi Mendadak Diminta Operasi Hingga Akhirnya Meninggal”.

Khaerunnisa (19 tahun) adalah pasien yang melahirkan di RSUD Barru, Kamis (22/9/2016). Usai
melahirkan bayi laki-laki, Khaerunnisa dalam keadaan sehat.

Namun tiba-tiba keluarga dikagetkan atas keputusan dokter yang buru-buru meminta Nisa untuk dikuret.

"Katanya ada plasenta yang tertinggal di rahim, makanya dokter tiba-tiba minta pasien untuk dikuret," jelas Ria, keluarga korban.

Setelah diyakinkan oleh dokter, keluarga pun menyetujui tindakan tersebut.

Usai dikuret, justru kondisi Nisa semakin parah, perutnya membengkak dan tidak sadarkan diri. Tak lama, dokter kembali lagi lalu meminta Nisa melakukan operasi pengangkatan rahim.

Baca: KNPI Sulsel Kritik Penutupan 8 Ormawa Politani Pangkep

"Dokter bilang ada pendarahan di rahim dan harus segera diangkat rahimnya, kalau tidak nyawa pasien tidak akan terselamatkan," ucap Ria.

Karena khawatir, keluarga Khaerunnisa berencana meminta surat rujuk ke RS Parepare.

Namun pihak RS tidak mengizinkan dengan alasan takut nyawa pasien tidak terselamatkan hingga sampai di tempat tujuan.

Akhirnya operasi pun dilakukan dengan kondisi Nisa tak sadarkan diri, namun tiba-tiba tim dokter tidak sanggup melanjutkan operasi dan menyarankan keluarga pasien untuk dirujuk ke Makassar.

Halaman
1234
Editor: Aldy
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved