Ini 2 Syarat Agar Gugatan Prabowo-Sandi Bisa Menang di MK Menurut Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun

Ini 2 Syarat Agar Gugatan Prabowo-Sandi Bisa Menang di MK Menurut Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun

Ini 2 Syarat Agar Gugatan Prabowo-Sandi Bisa Menang di MK Menurut Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun
tribunnews
Refly Harun 

Ini 2 Syarat Agar Gugatan Prabowo-Sandi Bisa Menang di Mahkamah Konstitusi (MK) Menurut pakar hukum tata negara Refly Harun

TRIBUN-TIMUR.COM - Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menikai gugatan hasil Pilpres 2019 kubu pasangan calon 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno kemungkinan bisa menang di Mahkamah Konstitusi.

Ia menilai, gugatan tersebut bisa saja menang di MK.

Hal ini disampaikan Refly Harun saat menjadi narasumber di acara Fakta Tv One yang dilansir TribunJakarta.com pada Selasa (28/5).

Awalnya Refly Harun mengungkapkan bersyukur karena pihak BPN Prabowo-Sandi menempuh jalur hukum ke MK.

"Soal menang dan kalah itu permasalahan lain. Yang terpenting adalah kita menggeser masalah dari jalan ke ruang sidang," ungkap Refly Harun.

Refly Harun mengatakan harapannya agar persidangan di MK berjalan lancar dan terbuka sehingga apapun hasilnya bisa diterima kedua pihak.

Baca: Inilah 4 Jenderal Target Pembunuhan Perusuh Aksi 22 Mei, Siapa Gories Mere?

Baca: Sepak Terjang Irfansyah Calon Eksekutor Pimpinan Lembaga Survei, Disertir TNI & Dibayar Rp 5 Juta

Baca: Ayah Ungkap Kejanggalan Kematian Harun di Aksi 22 Mei Diberi Nama Mr X hingga Dilarang Lihat Jenazah

Tak hanya itu, Refly Harun menjelaskan 2 aspek pendekatan mengenai pembuktian data-data kecurangan yang dilaporkan BPN Prabowo-Sandi.

"2 aspek pendekatan yaitu kuantitatif dan kualitatif. Kalau kuantitatif ini maka BPN harus bisa membuktikan mereka dicurangi atau penggelembungan suara kubu 01 sejumlah separuh 16 juta lebih.

Kondisi depan gedung Mahkamah Konstitusi di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019).
Kondisi depan gedung Mahkamah Konstitusi di Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (25/5/2019). (TribunJakarta/Bima Putra)

Kalau dia bisa mendalilkan seperti itu, maka kita bicara signifikan berdasarkan kuantitatif. Tapi kalau di permohonan aja enggak signifikan, dengan berbagai bukti dan hanya klaim semata maka bergerak kepada kuantitatif," ungkap Refly Harun.

Halaman
1234
Editor: Ilham Arsyam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved