Misteri Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan Dalang Penembakan 4 Pahlawan Reformasi Berikut Rentetannya

Misteri Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan dalang penembakan 4 pahlawan reformasi berikut rentetannya.

Misteri Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan Dalang Penembakan 4 Pahlawan Reformasi Berikut Rentetannya
Kompas/ Julian Sihombing
Seorang mahasiswa jatuh tergeletak terkena pukulan pasukan anti huru-hara yang berusaha membubarkan aksi unjuk rasa menuntut Presiden Soeharto mundur di depan Kampus Trisakti, Grogol, Jakarta, 12 Mei 1998. Pada aksi tersebut empat mahasiswa Trisakti tewas terkena tembakan. Namun hingga saat ini, kasus tertembaknya mahasiswa Trisakti itu masih belum terungkap meski Komisi Nasional HAM telah merekomendasikan untuk dilakukan pengusutan. 

Hingga akhirnya memaksa Presiden Soeharto untuk mundur pada 21 Mei 1998.

Kerusuhan yang bernuansa rasial sebenarnya sempat terjadi sehari setelah Tragedi Trisakti pada 13-15 Mei 1998.

Namun, kerusuhan itu tidak mengalihkan perhatian mahasiswa untuk tetap bergerak dan menuntut perubahan.

Hingga kemudian, pada 18 Mei 1998 mahasiswa berhasil menguasai kompleks gedung MPR/DPR, dan beberapa hari kemudian menjatuhkan pemerintahan yang berkuasa selama 32 tahun.

Rentetan Kronologis

Misteri Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan dalang penembakan 4 pahlawan reformasi berikut rentetannya.
Misteri Tragedi Trisakti 12 Mei 1998 dan dalang penembakan 4 pahlawan reformasi berikut rentetannya. (Kompas/Julian Sihombing)

Demonstrasi mahasiswa di Universitas Trisakti merupakan rangkaian aksi mahasiswa yang menuntut reformasi sejak awal 1998.

Aksi mahasiswa semakin terbuka dan berani sejak Soeharto diangkat menjadi presiden untuk ketujuh kalinya dalam Sidang Umum MPR pada 10 Maret 1998.

Jika sebelum Sidang Umum MPR pada 1-11 Mei 1998 aksi mahasiswa digelar di dalam kampus, saat sidang itu digelar mahasiswa mulai bergerak ke luar kampus.

Dikutip dari dokumentasi Kompas, di sela sidang, pada 5 Maret 1998, sekitar 20 mahasiswa Universitas Indonesia bahkan pernah bertemu Fraksi ABRI untuk menyuarakan penolakan laporan pertanggungjawaban Soeharto.

Meski demikian, tuntutan itu sebatas didengarkan dan tidak dipenuhi.

Halaman
1234
Editor: Aqsa Riyandi Pananrang
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved