Ustadz Abdul Somad Ungkap 5 Amalan Terbaik di Bulan Ramadan yang Lebih Berat daripada Jihad

Ustadz Abdul Somad Ungkap 5 Amalan Terbaik di Bulan Ramadan yang Lebih Berat daripada Jihad

Ustadz Abdul Somad Ungkap 5 Amalan Terbaik di Bulan Ramadan yang Lebih Berat daripada Jihad
Tribunnews
Ustadz Abdul Somad Ungkap 5 Amalan Terbaik di Bulan Ramadan yang Lebih Berat daripada Jihad 

Enam puluh menit kita sudah tegak. Itulah tadi disebut dengan Qiyam.

Qiyam artinya tegak. Apa yang ditegakkan? Kaki.

Maka ibadah ini yang paling afdhol di tengah malam adalah Qiyam. Menegakkan malam, bahasa Arabnya lail. Maka disebut Qiyamul Lail.

"Nabi Muhammad SAW satu malam itu Qiyamnya rakaat pertama surat Al Baqarah dua juz empat lembar. Kalau dibaca pelan, dua jam lebih kurang," kata UAS.

Baca: Anda Puasa ? Ini Lima Tips Imam Masjid Raya Tana Toraja

Baca: Daftar Jabatan Tinggi Ditolak Rizal Ramli dari Presiden, Posisi Apa Saja?

Baca: THR PNS, TNI-Polri, Karyawan Segera Cair, Cek Jadwal dan Nilainya yang Masuk di Rekening

Makanya Nabi Muhammad Sholat Tarawihnya 11.

Pada masa Umar bin Khattab, orang tak sanggup tegak lama, dipanggillah imam namanya Ubay bin Ka'ab.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, Qiyam bukan hanya Sholat Tahajjud, Witir dan Tarawih.

Sholat Sunnat Wudhu, menurut UAS juga Qiyam. Kemudian Sholat Sunnat Taubat, Sholat Sunnat Hajat, Sholat Sunnat Tasbih .

Nabi Muhammad di bulan puasa tidurnya sedikit.

3. Sedekah

Ustadz Abdul Somad mengatakan, sedekah inilah yang menolong di hadapan Allah SWT.

"Orang akan bernaung di bawah sodaqohnya samapi diputuskan pengadilan di padang mahsyar," katanya.

"Apa yang dimakan busuk, yang kau pakai lapuk, yang disedekahkan itulah yang dibawa mati menghadap Allah SWT," lanjut UAS.

UAS mengatakan, dirinya sudah banyak melihat orang kaya yang ada, akhirnya mati.

"Tak ada yang dibawa. Sawit sejauh mata memandang, ada toke sawit mati bawa berondol? Semua tinggal. yang dibawa mati sodakoh, itu yang dibawa mati," katanya.

Oleh karena itu bersedekahlah. Ustadz Abdul Somad mengatakan, sedekah yang paling bagus di bulan Ramadan ini adalah sedekah memberikan makanan untuk berbuka puasa.

"Siapa yang memberi buka puasa, untuk yang berpuasa mendapat pahala macam orang yang berpuasa," kata UAS.

Baca: Tiba-tiba Hanum Putri Amien Rais Komentari Menteri Agama RI dan Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan

Baca: Cuaca Selayar Berawan, Nelayan Diminta Tetap Waspada

Baca: Lowongan Kerja BUMN Garuda Indonesia Cari Karyawan S1-S2 Semua Jurusan, Cek Sekarang Berbatas Waktu

UAS mengatakan, yang paling hebat memberikan makan berbuka puasa adalah orang Mesir.

"Saya di Mesir empat kali Ramadan. Di depan masjid ada tenda panjang, meja panjang, itu jam enam sore ayam. Ayamnya itu dipotong dua kali saja," kata UAS.

Hari kedua, daging. Daging itu, dipotong petak-petak.

"Dikasihnya bawang bombay, sama tomat, siramnya dengan jintan hitam. Tebal-tebal, bukan macam tempat kita," kata UAS.

Hari ketiga, ikan. Ikan itu di Mesir tak ada dipotong.

"Empat kali Ramadan di Mesir, tak pernah kami memasak. Mahasiswa Indonesia semuanya," kata UAS.

4. Baca Alquran

Itulah yang disebut dengan Tadarus.

Ustadz Abdul Somad mengatakan saat tadarus berkelompok tak perlu banyak orang. Cukup sepuluh saja.

"Jangan dibuat lebar-lebar. Apa gunanya sepuluh? Selembar (setiap kelompok), sepuluh lembar sama dengan satu juz," katanya.

Ustadz Abdul Somad mengatakan, tadarus menggunakan mikropon luar tak perlu lama-lama.

"Jam sepuluh, stop. Kalaupun mau mengaji, dalam saja. Kalaupun mau ngaji, pakai mik dalam," jelas UAS.

Baca al Quran. Nanti di hari kiamat Quran akan datang memberikan syafaat pada orang yang membacanya.

"Ada waktu-waktu luang, baca. Buat target satu hari satu juz. kalau tak sanggup, satu hari satu halaman," kata UAS.

5. Zikir

Ustadz Abdul Somad mengatakan, orang yang berfikir adalah orang yang berzikir mengingat Allah, waktu tegak, waktu duduk dan waktu berbaring.

"Jangan putus zikir," kata Ustadz Abdul Somad.

UAS mengatakan, siapa yang banyak berzikir, maka mudah mati dalam khusnul khotimah.

Ceramah lengkap Ustadz Abdul Somad dalam video berikut:

Di bulan Ramadhan, umat Muslim diwajibkan menunaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh. 

Kewajiban itu didasari pada Alquran, sunah dan ijma.

Allah SWT berfirman:

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيَ أُنزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِّنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَن شَهِدَ مِنكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

Bulan Ramadan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Alquran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa ... (QS. Al-Baqarah: 185)

Kemudian dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

بُنِيَ الإسْلاَ مُ عَلَى خَمْسٍ شَهَادَةُ أنْ لاَ إلَهَ إلا الله وَأنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَإقَامِ الصَّلا ةَ وَإيْتاَءِ الزَّكَاةِ وَالحَجِّ وَصَوْمِ رَمَضَانَ

Islam berasaskan lima perkara, yaitu bersaksi tidak ada zat yang berhak disembah kecuali Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, menunaikan haji dan puasa di bulan Ramadhan. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kedua dalil di atas menjadi dasar oleh ulama untuk berijma' bahwa puasa Ramadan adalah wajib bagi setiap muslim.

Doa-doa Puasa

Dalam menyambut bulan suci Ramadan, ada beberapa amalan yang bisa dilakukan oleh umat Islam yang ingin menunaikan ibadah puasa.

"Dengan melakukan amalan ini, mudah-mudahan ibadah puasa kita berjalan lancar hingga akhir Ramadan," ujar Ustad H Junaidi Qosim dikutip dari artikel 'Amalan dan Kumpulan Doa Malam Pertama Ramadan 2018 agar Puasa Lancar hingga Akhir'.

"Jadi kalo biasanya habis sholat Maghrib kita melakukan wirid, khusus malam pertama bulan Ramadan diganti dengan bacaan itu," jelas H Junaidi Qosim.

Berikut ini adalah beberapa amalan yang dianjurkan dilakukan pada malam pertama bulan suci Ramadan:

Pertama, setelah salam kedua pada sholat Maghrib, jangan dulu mengubah posisi duduk.

Setelah salam kedua baca istighfar sebanyak 3 (tiga) kali yakni astaghfirullahal adzim.

Setelah itu baca surat Al Fatihah sebanyak 7 (tujuh) kali.

Bacaan Istighfar
Surah Al Fatihah

Surah Al Fatihah

1. Bismilla_hir rahma_nir rahim.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

2. Alhamdu lilla_hi rabbil 'a_lamin(a).

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

3. Ar rahma_nir rahim(i).

Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

4. Ma_liki yaumid din(i).

Yang menguasai di Hari Pembalasan.

5. iyyaaka na’budu wa-iyyaaka nasta’iinu.

Hanya Engkaulah yang kami sembah, dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan.

6. ihdinaa alshshiraatha almustaqiima.

Tunjukilah kami jalan yang lurus,

7. shiraathalladziina an’amta ‘alayhim ghayrilmaghdhuubi ‘alayhim walaaldhdhaalliina.

(yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Surat Al-Fatihah disebut juga sebagai Ummul Quran. Oleh karena itu, surat Al-Fatihah selalu dibaca sebelum membaca ayat-ayat dalam Al-Quran.

Surat Al-Fatihah memiliki sejumlah manfaat atau khasiat bagi setiap pembacanya. Khasiat surat Al-Fatihah diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Agar selamat dan bahagia di dunia.

2. Supaya rezeki lancar dan tercapai cita-cita.

3. Mengobati segala jenis penyakit.

4. Melepas tali atau membuka gembok.

5. Menghilangkan kebingungan dalam hati dan pikiran.

"Setelah walaaldhdhaalliina. Aamiin. Baca: alfaaatihah. Baru baca surat al fatihah lagi hingga 7 kali," jelas Ustad H Junaidi Qosim.

Setelah selesai baca surah al fatihah 7 kali, selanjutnya mengucapkan takbir sebanyak 7 (tujuh) kali yakni Allahu Akbar.

Kemudian membaca tasbih sebanyak 7 (tujuh) kali yakni Subhanallahi walhamdulillah, wala ila ha ilallahu, walauhu akbar.

"Setelah tujuh kali ditutup dengan mengucapkan La Haula Wala Quwwata Illa Billah," jelas Ustad H Junaidi Qosim.

"Setelah selesai, kalau mau wirid silahkan. Atau langsung doa juga silakan. Setelah itu pulang dulu ke rumah. Makan dulu. Setelah itu baru ke masjid atau ke musola lagi untuk melaksanakan sholat tarawih," ujar Ustad H Junaidi Qosim.

"Ini waktunya hanya antara sesudah Maghrib dan Isya'. Setelah itu dak bisa lagi. Jadi fadilahnya, mudah-mudahan dengan membaca amalan itu, Allah SWT akan melancarkan puasa kita hingga akhir Ramadan," tambah Ustad H Junaidi Qosim.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

1

Artikel ini telah tayang di Tribun Jambi dengan judul 5 Amalan yang Sangat Penting Selama Bulan Ramadan, UAS: Lebih Berat dari Jihad, Nyawa pun Hilang

Editor: Rasni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved