Pesta Sabu, Dua Pria dan IRT DIbekuk Timsus Polsek Rappocini

Ketiganya, Ilham Said alias Ilham (49), Hilda Guntur (44) dan Muharram alias Muha (39).

Pesta Sabu, Dua Pria dan IRT DIbekuk Timsus Polsek Rappocini
muslimin emba/tribun-timur.com
Dua pria dan seorang ibu rumah tangga (IRT) dibekuk Timsus Polsek Rappocini, di rumah kos yang berlokasi Jl Sungai Saddang, Makassar, Kamis (9/5/2019) dini hari. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Dua pria dan seorang ibu rumah tangga (IRT) dibekuk Timsus Polsek Rappocini, di rumah kos yang berlokasi Jl Sungai Saddang, Makassar, Kamis (9/5/2019) dini hari.

Ketiganya, Ilham Said alias Ilham (49), Hilda Guntur (44) dan Muharram alias Muha (39).

Penggerebekan yang dipimpin Panit II Reskrim Polsek Rappocini Iptu Nurtcahyana itu bermula dengan memasuki kamar kos Ilham.

Baca: Rene Mihelic Ikuti Latihan Perdana Persib! Pemain Pertama Slovenia dan Simak Video Latihannya

Baca: Mahfud MD Dapat Jabatan Baru di Pemerintahan Jokowi, Tak Hanya Anggota Dewan Pengarah BPIP

Saat memasuki kamar, polisi mendapati Ilham dan Hilda. Polisi pun melakukan penggeledahan.

Hasilnya, polisi menemukan satu saset sisa sabu yang diduga isinya telah digunakan, korek gas beserta sumbu, satu alat hisap sabu (bong).

Selain itu, juga ditemukan delapan saset sisa sabu, satu pirex, satu alat hisap sabu (bong kecil) lengkap dengan pipet, tiga korek gas dan dua pipet.

Polisi juga menemukan 31 lembar KTP scan (palsu) dan satu lembar STNK sepeda motor.

Usai mengamankan Ilham dan Hilda, polisi melakukan pengembangan dengan mendatangi tempat tinggal seorang terduga lainnya, Muharram alias Muha yang juga di Jl Sungai Saddang.

Baca: Aliansi Jamaah Abu Tours: Hamzah Mamba Harus Berangkatkan 96 Ribu Calon Jamaah

Saat tiba, polisi mendapati Muharram sedang tertidur pulas di atas jok bentornya. Muharram pun dibekuk.

"Hasil interogasi, pria IL membenarkan bahwa dirinya telah mengkonsumsi narkoba jenis sabu bersama kedua orang temannnya pria M alias Muha dan perempuan HG di rumah kos IL sekitar pukul 10.00 Wita," kata Kapolsek Rappocini Kompol Supriady Idrus dalam keterangan tertulisnya.

Kepada polisi, ketiganya mengaku membeli barang haram itu secara patungan seharga Rp 100 ribu.

Kini ketiganya mendekam di sel tahanan Polsek Rappocini, sementara bandar atau penjual barang haram yang dikonsumsi ketiganya dalam pengejaran polisi. (*)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Penulis: Muslimin Emba
Editor: Ansar
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved