Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Ramadan 2019

Anda Penderita Diabetes? Sebaiknya Konsultasi ke Dokter Sebelum Menjalankan Puasa Ramadan

Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan maka seseorang tersebut akan berdosa.

Tayang:
Editor: Hasrul
SANOVRA JR/TRIBUN TIMUR
dr Djunaidi Ruray didampingi Head Sales & Marketing GMTD, Haris menjadi Narasumber pada talkshow Say No To Diabetes yang berlangsung di Cluster Magnolia Green River View Jl Malombassi, Makassar, Sabtu (17/21). Talkshow tersebut membahas tentang bahaya diabetes untuk semua kalangan. 

TRIBUN-TIMUR.COM - Ummat Muslim di seluruh dunia termasuk di Indonesia akan menjalankan ibadah puasa wajib selama bulan Ramadan.

Dasar Wajibnya puasa Ramadan dikemukakan dalam Al-Quran Surah Al-Baqarah ayat 185.

Allah berfirman, "Bulan Ramadan yang didalamnya diturunkannya (permulaan) Al-Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-pejelasan mengenai petunjuk-petunjuk itu dan pembeda antara yang hak dan yang batil. karena itu barang siapa diantara kamu berada pada bulan itu, maka berpuasalah".

Sehingga jika dengan sengaja tidak melaksanakan ibadah puasa pada bulan Ramadan maka seseorang tersebut akan berdosa.

Baca: Doa & Amalan 1 Ramadan Dibaca Rasulullah SAW, Khasiatnya Panjang Umur Juga Amalan-amalan Berikut

Baca: Selama Ramadan, Bank BCA Layani Nasabah Sampai Pukul 14.30 Wita

Baca: TERLENGKAP Ucapan Menyambut Ramadhan / Ramadan dan Kata-kata Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 2019

Hal tersebut sesuai dengan firman Allah dalam Quran Surah Al-Baqarah yang artinya Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kamu berpuasa di bulan ramadhan sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelium kamu, agar kamu sebagai orang yang bertaqwa.

Lalu bagaimana dengan mereka yang menderita diabetes melitus (DM)?

Para penderita diabetes harus konsultasikan kesehatannya terlebih dahulu ke dokter sebelum mengikuti puasa di Bulan Suci Ramadan.

Ramadan yang dijalankan ummat Muslin merupakan periode puasa sebulan penuh dari terbit fajar hingga terbenamnya mata hari. 

 

Puasa selama Bulan Suci Ramadan dilakukan untuk menjaga kesucian dan kerendahan hati serta tunduk kepada perintah Ilahi.

Namun, puasa Bulan Suci Ramadan dapat membahayakan kesehatan seseorang yang menderita diabetes, terutama penderita diabetes yang menggunakan obat penurun glukosa darah harus konsultasi dengan dokter.

Mereka harus konsultasi tentang penyakitnya apakah aman bagi mereka untuk berpuasa. 

Selain itu, mereka harus punya tindakan pencegahan jika kadar glukosa darah terlalu rendah atau terlalu tinggi.

Minum obat penurun glukosa darah selama siang hari puasa dapat menimbulkan risiko tertentu seperti glukosa darah rendah yakni hipoglikemia.

Baca: Sembilan Legislator Bantaeng Terpilih Kembali, Sembilan Tumbang

Baca: 300 Mubalig Enrekang Diminta Susun Materi Ceramah yang Aktual

Pada jam-jam malam--ketika puasa siang hari dapat rusak kesehatan penderita diabetes, karena tubuh perlu mengambil lebih banyak makanan daripada yang biasanya dimakan.

Akibatnya, dapat menyebabkan kadar glukosa darah lebih tinggi selama jam malam.

Orang-orang penderita diabetes disarankan untuk tidak berpuasa jika tindakan puasa dapat berdampak negatif bagi kesehatan mereka.

Yayasan Diabetes UK menyarankan, orang dengan komplikasi diabetes agar  tidak berpuasa. Alasannya, orang dengan diabetes tipe 1 tidak boleh berhenti minum insulin.

Jika mereka tidak mengonsumsi insulin, maka dapat menyebabkan kondisi berbahaya yang disebut ketoasidosis diabetikum.

Namun, puasa sambil terus menggunakan insulin dapat menyebabkan hipo.

Karena itu, orang dengan diabetes tipe 1 harus mencari nasihat atau konsultasi dengan ahli diabetes sebelum berpuasa Ramadan.

Baca: Ramadhan, Ini Enam Tahfidz Quran Bertugas di Masjid Agung Takalar

Mengapa Nangka Baik Untuk Diabetes?
Mengapa Nangka Baik Untuk Diabetes? (food.ndtv.com)

Sumbang makanan

Orang yang dibebaskan tidak berpuasa termasuk wanita hamil, orang tua dan mereka yang menderita penyakit.

Mereka yang tidak dapat berpuasa selama bulan Ramadan diharapkan menyumbangkan makanan kepada orang miskin atau yang membutuhkan.

Mengontrol kadar gula darah saat Ramadan

1. Penderita diabetes dianjurkan untuk menguji kadar gula darah lebih sering dari biasanya saat Ramadan.

2. Waspadai gejala-gejala gula darah tinggi dan rendah.

3. Siapkan kit pengujian Anda jika Anda tahu gula Anda terlalu tinggi atau rendah.

4. Jika Anda minum obat penurun glukosa darah, pastikan Anda memiliki bentuk gula yang cepat diserap.

Baca: Jelang Ramadhan Harga Ayam di Pasar Karisa Jeneponto Mulai Mahal

Penderita diabetes punya banyak pilihan untuk mendapatkan energi yang dibutuhkan sambil menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Penting bagi penderita diabetes untuk makan cukup agar tetap bergizi dan tubuh tetap sehat. Karbohidrat menyediakan banyak energi tetapi bisa kurang baik untuk kadar gula darah, terutama bagi penderita diabetes tipe 2.

Karbohidrat dengan indeks glikemik rendah seperti beras merah, roti gandum dan sayuran adalah pilihan yang lebih baik daripada nasi putih, roti gandum atau kentang.

Permen tidak baik untuk kadar gula darah. Jika Anda ingin mengonsumsi permen atau 'karbohidrat putih', harus dalam porsi lebih kecil.

Jika kadar gula darah Anda meningkat secara signifikan sebagai akibat dari makanan  lebih baik tidak melanjutkan puasa. Protein adalah sumber energi yang baik dan lebih lambat diserap daripada karbohidrat.

Kacang-kacangan, ikan berminyak, alpukat, zaitun dan minyak zaitun adalah sumber energi yang sangat baik. Makanan tersebut dapat membantu meningkatkan HDL (kolesterol baik). (Diabetes.co.uk)

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Penderita Diabetes yang Ingin Berpuasa Ramadan Disarankan Konsutasi Dulu ke Dokter

Sumber: Tribun Timur
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved