Tolak Putusan Mati, Dua Pelaku Pembakar Satu Keluarga di Makassar Ajukan Banding

Menurut Herling upaya banding diambil atas persetujuan langsung kedua terdakwa yang sementara mendekam di balik jeruji Rutan Kelas 1 Makassar.

Tolak Putusan Mati, Dua Pelaku Pembakar Satu Keluarga di Makassar Ajukan Banding
tribun timur/hasan basri
Suasana sidang pembakaran rumah yang menewaskan enam warga di Jl Tinumbu, Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo di PN Makassar, Kamis (13/12/2018). Keluarga korban meminta terdakwa, Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22) didatangkan. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR --Dua tervonis mati pembakaran rumah di Kelurahan Panampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), akhirnya resmi menyatakan banding atas putusan Hakim Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (18/4/2019).

Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati karena telah membakar rumah yang menewaskan satu keluarga di Panampu.

Baca: Ketua KPU Takalar: Lusa, Rekap Suara Tingkat Kecamatan Dimulai

Setidaknya ada enam warga tewas dalam peristiwa itu.

Mereka adalah Sanusi (70), Bondeng (65), Musdalifah (40), Fahri alias Desta (24), Namira Ramadina (21) dan Hijaz.

Kedua tervonis mengajukan banding diwakili langsung oleh Kuasa Hukum dari Pos Bantuan Hukum, Herling .

Menurut Herling upaya banding diambil atas persetujuan langsung kedua terdakwa yang sementara mendekam di balik jeruji Rutan Kelas 1 Makassar.

Baca: Gerakan Tanpa Sedotan Plastik Mulai Tren di Kalangan Milenial Makassar

Setelah hampir tujuh hari berpikir pikir, kedua terdakwa pun memutuskan mengambil sikap dan memberikan kuasa kepada Herling  untuk menyatakan banding atas putusan itu.

"Hari ini kami langsung nyatakan banding, karena hari ini batas terakhir diberikan kesempatan untuk mengambil sikap," kata Herling kepada Tribun.

Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati.
Dua pelaku pembakaran rumah di Kelurahan Pannampu, Kecamatan Tallo, Makassar, Muhammad Ilham alias Ilho (23) dan Sulkifli Amir alias Ramma (22), divonis mati. (Hasan Basri/Tribun Timur)

Herling mengatakan, baru hari ini mendapatkan koordinasi dari kedua terdakwa sehingga terlambat mengambil sikap.

Terdakwa mengajukan banding karena mengganggap hakim dianggap tidak adil dalam menyidangkan perkara.

Baca: Kasrudi Pimpin Perolehan Suara Caleg Gerindra Dapil Manggala dan Panakkukang

Halaman
12
Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved