Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

RILIS

Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki

Kementerian Pertanian ( Kementan) RI terus berupaya meningkatkan produksi buah-buahan lokal, yang tidak hanya dikonsumsi dalam negeri

Editor: Edi Sumardi
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-1-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-2-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-3-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-4-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-5-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI

"Teknik sambung sisip membutuhkan waktu 20 sampai 30 hari. Sambung mata butuh waktu yang lebih lama, 25 sampai 35 hari. Keberhasilan sambung pucuk tergantung cuaca dan sambung susu butuh waktu 1,5 bulan," katanya.

Selain sawo dan klengkeng, lanjut pria yang masih sebagai aktif anggota TNI ini, pembibitan buah yang dikembangkannya juga yakni alpukat.

Terdapat beberapa jenis alpukat seperti kendil dan aligator.

Alpukat kendil sudah dilepas varietasnya. Berat buahnya mencapai 1,5 hingga 2,5 kg per buah dan satu pohon umur 7 tahun bisa berbuah di atas 1 ton per tahun yang berbuah sepanjang waktu.

Harga buah di petani Rp 35 ribu per kg.

"Ada juga alpukat aligator berat 0,9 sampai 1,5 kg per buah, bisa berbuah di atas 1 ton per pohon pertahun," kata dia.(rilis)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved