Seputar Polri
Dari Motor Dinas Jadi Pustaka Keliling: Cara Aipda Ikbal Dekatkan Buku ke Anak Desa
Dengan motor pustaka, ia menempuh perjalanan sekitar 10 km dari Polsek Ponre menuju desa binaannya
TRIBUN-TIMUR.COM - Aipda Andi Ikbal Rosani mendapat motor dinas dari Polri karena bertugas sebagai Bhabinkamtibmas di Desa Salebba, Polsek Ponre, Kabupaten Bone. Alih-alih hanya dipakai untuk berpatroli, motor itu ia modifikasi menjadi Perpustakaan Keliling.
“Saya mendapatkan pembagian kendaraan dinas dari Polri itu sepeda motor Bhabinkamtibmas untuk saya gunakan di desa binaan. Motor ini saya sulap supaya bisa menampung buku-buku untuk saya bagikan di desa binaan untuk anak-anak,” kata Ikbal.
“Jadi kalau modifikasi cuma sedikit, kadang saya gunakan rak buku di samping kiri dan kanan. (sekarang) Sudah ada boks bagasi dari dinas untuk saya pergunakan,” tambahnya.
Ikbal menuturkan, ide membuat perpustakaan keliling lahir dari keresahan saat pandemi Covid-19 pada 2020. Saat itu sekolah memberlakukan pembelajaran daring, namun kondisi jaringan di wilayahnya sangat jauh dari memadai.
“Pembelajaran daring ini membutuhkan internet yang lancar, namun di tempat saya bertugas jaringan tidak begitu bagus dan tidak memadai sehingga program perpustakaan keliling ini diharapkan dapat membantu anak-anak yang membutuhkan belajar di waktu pandemi,” jelas Ikbal.
“Di sini jangankan HP, sinyal pun tidak ada, oleh karena itu saya tergerak untuk memberikan perpustakaan keliling, menyambangi anak-anak yang membutuhkan belajar di waktu pandemi itu,” ucapnya.
Baca juga: Polisi Tangkap Debt Collector dan Pencurian Kabel RS Pratama Bonerate di Selayar
Dengan motor pustaka itu, ia menempuh perjalanan sekitar 10 km dari Polsek Ponre menuju desa binaannya, melewati jalan berbatu dan berlumpur demi mengantarkan buku. Ia membawa beragam bacaan mulai dari buku pelajaran, buku pengetahuan umum, hingga komik untuk anak-anak kampung.
“Dari Polsek Ponre itu ke desa binaan itu berjarak sekitar 10 km, perjalanan tidak cukup panjang tapi jalanan yang berbatu, berlumpur itu yang menyulitkan saya sampai ke desa binaan,” ujar Ikbal.
Untuk operasionalnya, Ikbal rela menyisihkan sebagian gaji guna membeli buku baru atau memperbaiki buku yang rusak. Sesekali ia juga mendapat dukungan dari rekan-rekan sesama polisi.
“Dulu anak-anak di sana takut seragam dinas, tapi alhamdulillah ketika saya bertugas di sana sebagai bhabinkamtibmas sekitar 7 tahun, alhamdulillah anak-anak sudah terbuka, sudah akrab kepada polisi kepada TNI,” katanya.
Tak hanya pustaka keliling, Ikbal juga menggagas Warung Literasi. Program ini bekerja sama dengan kepala desa dan pemilik warung di Salebba. Ia menitipkan buku-buku di warung agar anak-anak tidak hanya datang untuk membeli jajanan, tetapi juga bisa membaca dan meminjam buku.
Baca juga: Kapolri Resmi Lantik Irwasum dan Kapolda Sulbar, Sertijab 6 PJU Mabes Polri dan 6 Jabatan Kapolda
“Saya di Desa Salebba itu sudah mendirikan 3 warung literasi di mana ini hadir di setiap dusun di Desa Salebba. Jadi warung-warung mereka saya padati dengan buku supaya anak-anak bisa langsung gampang membaca dan meminjam buku di warung yang kami sediakan,” ucap Ikbal.
Anak-anak menyambut program tersebut dengan antusias. Bahkan, mereka menikmati pengalaman baru: membaca sambil jajan.
“Kemarin ada salah satu anak yang memberitahukan kepada saya ‘di sini enak sekali pak, kami bisa baca buku sambil ngemil’. Artinya mereka bisa membeli jajan yang ada dan pemilik warung juga gembira karena didatangi anak-anak untuk berbelanja sambil membaca,” imbuhnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/aipda-ikbal21eqwdas.jpg)