RILIS

Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki

Kementerian Pertanian ( Kementan) RI terus berupaya meningkatkan produksi buah-buahan lokal, yang tidak hanya dikonsumsi dalam negeri

Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-1-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-2-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-3-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-4-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI
Kementan Dorong Magelang Jadi Sentra Pembibitan Sawo Raksasa, Alpukat Kendil dan Klengkeng Kateki - kementan-rilis-5-1842019.jpg
DOK KEMENTAN RI

TRIBUN-TIMUR.COM - Kementerian Pertanian ( Kementan) RI terus berupaya meningkatkan produksi buah-buahan lokal, yang tidak hanya dikonsumsi dalam negeri, namun hingga diekspor.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni mendorong perkembangan sentra pembibitan di berbagai daerah.

Salah satu daerah sentra pembibitan yang menjadi perhatian Kementan yakni Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Di daerah ini tepatnya di Dusun Teki, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, terdapat sentra pembibitan sawo raksasa atau disebut Mamey Sapote asal Meksiko dan klengkeng keteki. Kemudian Dusun Brengkel 1, Desa Brengkel Kecamatan Salaman merupakan sentra pembibitan alpukat.

"Bibit buah di daerah ini merupakan bibit unggul. Bibitnya tersedia kapan saja dan jumlahnya banyak. Buah yang dihasilkan berkualitas sangat bagus," demikian dikatakan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi saat meninjau sentra pembibitan di Magelang, Kamis (18/4/2019), dalam siaran pers Kementerian Pertanian.

Akan hal ini, Suwandi optimis dengan berkembangnya sentra pembibitan seperti ini, produksi buah lokal semakin meningkat dan kualitasnya pun semakin meningkat.

Dengan demikian, buah lokal semakin mendominasi pasar domestik dan ekspor.

Upaya pemerintah guna menekan impor melalui substitusi pun optimis bisa dilakukan lebih cepat.

"Bagi petani di seluruh Indonesia, bisa datang belajar ke Magelang belajar pembibitan. Bagi yang mau beli, silahkan datang juga ke Magelang. Kita majukan budidaya buah lokal. Kualitas buah kita jauh lebih bagus," ujarnya.

Saat mendampingi kunjungan Dirjen Hortikultura ini, pengelolaan pembibitan sawo, alpukat dan klengkeng, Mugiyanto menuturkan jenis sawo raksasa mamey sapote yang dikembangkan antara lain magana, loreta, havana, dan qiwes.

Halaman
12
Editor: Edi Sumardi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved