Pemilu 2019
KPPS TPS 02 Kajang Bulukumba Pakai Kostum Petani, Juga Suguhkan Kue Baje' ke Pemilih
KPPS di TPS 02 Kampung Baru, Desa Lembanna, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, kenakan kostum ala petani.
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), di TPS 02 Kampung Baru, Desa Lembanna, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, kenakan kostum ala petani.
Petugas KPPS laki-laki menggunakan baju kaos putih dan celana pendek, lalu sarung dililit di punggung dan mengenakan penutup kepala ala petani.
Penutup kepala yang terbuat dari anyaman bambu in, kerap disebut oleh warga sekitar dengan istilah Topi Caping.
Baca: Gubernur Sulbar Akan Memilih di TPS 05 Matakali Polman
Baca: Bareng Istri dan Anak, Wakil Bupati Gowa Nyoblos di TPS 40
Baca: Bupati Jeneponto dan Keluarga Ikut Antre Saat Ingin Mencoblos di TPS 01 Empoang
Sementara petugas KPPS perempuan mengenakan baju kebaya tradisional yang dipadu dengan sarung batik dan penutup kepala model tengkuluk.
Pemandangan tersebut disambut antusias warga. Pasalnya, untuk kali pertama petugas KPPS di desa itu melakukan hal demikian.
Salahsatunya disampaikan oleh Andi Ansar, warga yang menyalurkan hak pilihnya di TPS 02 Kampung Baru.
Ia mengaku sangat antusias dan menyambut positif para petugas TPS yang memberikan suasana baru pada Pemilu 2019 ini.
"Saya sangat salut dengan para petugas TPS, ini juga menjadi daya tarik para warga yang terdaftar untuk menyalurkan hak politiknya," tuturnya.
Di TPS tersebut juga terpajang sebuah baliho berukuran besar yang menampilkan seluruh foto petugas KPPS.
Dari informasi yang dihimpun, latar foto pada baliho tersebut adalah lahan pertanian di Dusun Kampung Baru, Desa Lembanna.
Tak selesai sampai disitu, petugas KPPS juga menyediakan baje' (kuliner tradisional), serta minuman yang dapat disantap oleh para pemilih.
Ketua KPPS TPS 02, Andi Muhammad Tasmira, mengatakan, dirinya sengaja mengambil tema tersebut, terlebih saat ini sedang masa panen.
Namun, ada harapan tersirat dalam tema tersebut.
Siapapun yang menjadi wakil rakyat, baik dari DPRD kabupaten, provinsi, DPR Repubulik Indonesia (RI), hingga presiden, diharap dapat memperhatikan kesejahteraan petani.
"Kita berharap, nantinya, agar dalam setiap pengambilan kebijakan senantiasa pro terhadap petani sebagai profesi yang mayoritas di Indonesia, dan pada khususnya di Dusun Kampung Baru Desa Lembanna Kec. Kajang," harap Andi Muhammad Tasmira.
Selain itu, penggunaan kostum petani dalam momentum pemilu tahun ini, sebagai wujud kontribusinya sebagai anak bangsa.
Dalam hal ini, upaya untuk pelestarian nilai-nilai adat istiadat budaya Indonesia yang majemuk di tengah hegemoni gaya pakaian modern di era globalisasi ini.
Bangsa yang besar, kata dia, adalah bangsa yang memiliki identitas nasional yang terjaga sebagai jati diri bangsa.
Salah satu identitas nasional itu adalah pakaian adat tradisional petani.
Pasalnya, anak-anak milenial sudah mulai meninggalkan pakaian khas petani Indonesia, misalnya menggunakan Caping dan Tengkuluk ini.
"Momentum pemilu ini dimanfaatkan untuk mengajak generasi bangsa untuk menjaga dan melestarikan adat budaya kita," pungkasnya. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur: