Pemilu 2019
H-1 Pemilu 2019, Dosen STAI Algazali Bulukumba Ingatkan Pengaruh Medsos ke Pemilih
Dosen STAI Algazali Bulukumba Andi Muh Asbar mengingatkan pengaruh Medsos saat ini, terlebih menjelang hari H Pencoblosan Pemilu 2019
Penulis: Firki Arisandi | Editor: Suryana Anas
TRIBUNBULUKUMBA.COM, UJUNG BULU - Dosen STAI Algazali Bulukumba, Andi Muh Asbar, mengingatkan pengaruh media sosial (Medsos) saat ini, terlebih menjelang hari H Pencoblosan Pemilu 2019 17 April 2019.
Jika tak pandai memfilter arus informasi, kata dia, maka bakal terjerumus ke arah provokasi.
Olehnya, sebagai seorang akademisi, ia mengingatkan pengguna medsos untuk pandai dalam mengolah informasi.
Baca: Viral Pendukung Jokowi dan Prabowo di Sidrap Taruhan 1 Hektar Tanah, Ternyata Ini Maksudnya
Baca: PMI Wajo Ketiban Ambulance dari Bank Sulselbar
Baca: H-2 Pemilu 2019, KPU Jeneponto Masih Kekurangan Surat Suara Capres dan DPD
Baca: KPU Luwu Utara Gunakan 3.948 Paku Sebagai Alat Coblos di Pemilu
Harus memikirkan dampak serta pengaruh media sosial kepada diri pribadi, pun kepada khalayak ramai.
"Pada dasarnya, sebagai manusia kita harus bijak. Kita harus memilah informasi yang didapat, mencari kebenaran mengenai informasi itu," ujar Andi Muh Asbar, Selasa (16/4/2019) siang.
Ia menjelaskan, yang menjadi masalah saat ini, yakni informasi mengenai gerakan radikalisme yang beredar luas.
"Lalu, bagaimana sikap kita dalam menghadapi informasi-informasi yang bersifat membelok di dalam medsos tersebut? tentu dengan mengolah informasi yang didapat," jelas mantan Aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu.
Olehnya, ia meminta pengguna medsos untuk cerdas, seperti dengan membandingkan isi berita atau informasi yang di dapat dengan informasi yang ada dari sumber lainnya.
Selain itu, lanjut dia, tidak mudah terpengaruh dengan judul atau isi berita yang didapat.
"Bisa juga dengan berdiskusi dengan lingkungan sekitar, terutama keluarga, agar tidak terpengaruh oleh hal-hal negatif," jelasnya.
Dosen yang saat ini melakukan penelitian untuk program doktor di UIN Antasari Banjarmasin tersebut, mengingatkan warga untuk berhati-hati dalam menanggapi suatu berita.
Mengingat tahun ini merupakan tahun politik, yang mana banyak informasi-informasi bohong alias hoaks yang beredar di media sosial.
"Untuk itu saya mengajak kepada para pembaca agar lebih berhati-hati dalam menanggapi informasi-informasi yang belum tentu benarnya," pungkasnya. (TribunBulukumba.com)
Laporan Wartawan Tribun Timur, @arisandifirki
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Follow juga Instagram Tribun Timur: