Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Baznas Monitoring dan Evaluasi Program ZCD Sapi Perah di Cendana Enrekang

Baznas pusat menurunkan tim Monitoring dan evaluasi program zakat community deplopment (ZCD) di Desa Cendana, Kabupaten Enrekang.

Penulis: Muh. Asiz Albar | Editor: Suryana Anas
Baharuddin
Baznas pusat menurunkan tim Monitoring dan evaluasi program zakat community deplopment (ZCD) di Desa Cendana, Kabupaten Enrekang. 

TRIBUNENREKANG.COM, ENREKANG -  Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pusat menurunkan tim Monitoring dan evaluasi program zakat community deplopment (ZCD) di Desa Cendana, Kabupaten Enrekang.

Mereka memantau perkembangan Sapi Perah yang didanai dari dana zakat Baznas pusat dengan model pemberdayaan berupa sapi perah dan pengelolaan susu sapi, terutama dangke dan turunannya.

Monitoring langsung dipimpin oleh salah satu ahli peternakan sapi perah dan penanggungjawab Program pemberdayaan ternak, Budhi Eka Sulistio dan penanggungjawab ZCD wilayah Sulsel, M Faruq.

Baca: Bupati Takalar Harap Guru Olahraga Cetak Atlet Muda Berprestasi

Baca: Usaha Barbershop di Selayar, Andi Asri Raup Omzet Rp 500 Ribu Per Hari

Baca: DPRD Sulbar Temukan Indikasi Pelanggaran Pada Pengembangan Peternakan Sapi di Beroangin

Ada 20 ekor sapi perah bantuan Bantuan Baznas Pusat yang dipantau. Beberapa diantaranya sudah melahirkan menghasilkan dangke.

Namun masih banyak yang butuh perhatian khusus, baik pakan maupun suplemen. Sebab, banyak tidaknya hasil dari sapi perah tergantung perawatan sapinya.

Menurut Eka Budhi Sulistio, dalam monitoringnya ini, pihaknya ingin melihat dan wawancara langsung masyarakat peternak yang telah mendapatkan bantuan sapi perah.

"Kami mendapati sapi cukup bagus, hanya ada beberapa sapi perlu penanganan serius terutama masalah reproduksi dan kesehatan sapinya, Ini juga karena mereka peternak pemula dan biasanya kurang mampu membeli konsentrat," kata Eka Budhi, Rabu (10/4/2019) pagi.

Ia mengungkapkan, program ZCD di Enrekang adalah yang pertama di Indonesia bahkan di dunia. Apalagi sangat menarik karena digunakan pada susu dangke.

Dengan menggunakan dana zakat membiayai pemberdayaan peternak sapi perah.

"Makanya kita terus pantau, karena kita ingin prospek sapi perah bisa meningkatkan kesejahteraan mustahik jika para peternak diurus dengan baik, mereka tekuni dan mau belajar serta pendampingan penuh dari dinas terkait," ujarnya.

Sementara Konisioner Baznas Enrekang, Baharuddin sebagai penanggungjawab kegiatan, mengatakan monitoring ini sangat penting supaya antara laporan rutinnya sesuai fakta lapangan.

Sehingga, tidak ada lagi keraguan Baznas pusat tentang program ini dan mereka bisa tahu betul kondisi di Enrekang.

Bahar mengakui, ada banyak kendala dihadapi seperti sumber daya peternak pemula masih minim pengetahuan, kemudian faktor modal mustahik yang kurang.

"Inilah kita coba cari solusinya. Alhamdulillah kita sepakat melanjutkan program, memberikan tambahan modal bagi peternak yang kekurangan, memberi pelatihan, pendampingan dan advokasi," tuturnya.
(tribunenrekang.com)

Laporan Wartawan TribunEnrekang.com @whaiez

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Follow juga Instagram Tribun Timur:

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved