Usut Dugaan Suap Rp 49 Miliar Kementerian PUPR, Kejati Sulsel Periksa Saksi Pelapor

Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati, Fentje E Loway, penyidik baru memeriksa beberapa orang, termasuk sang pelapor.

Usut Dugaan Suap Rp 49 Miliar Kementerian PUPR, Kejati Sulsel Periksa Saksi Pelapor
Hasan Basri/Tribun Timur
Asisten Pidana Khusus Kejati, Fentje E Loway. 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR -- Penyidik Kejaksaaan belum menemukan titik terang terkait penyelidikan kasus dugaan suap Kementerian PUPR untuk pencairan anggaran DAK pembangunan proyek saluran irigasi di Kabupaten Bulukumba.

Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan dan Barat masih terus melakukan permintaan keterangan terhadap pihak yang diduga mengetahui dan bertanggungjawab dalam proyek itu.

Menurut Asisten Pidana Khusus Kejati, Fentje E Loway, penyidik baru memeriksa beberapa orang, termasuk sang pelapor.

Baca: GMTD Bukukan 150 Nomor Urut Pembelian Saat Launching Klaster Terbaru

Baca: Foto Bandingkan Massa Jokowi & Prabowo Siapa Menang di Makassar? JK: Capres 01 Tak Suka Marah-marah

"Kita baru melakukan permintaan keterangan kepada pihak pelapor. Dan kami juga sudah koordinasi dengan pihak Kementerian PUPR," kata Asisten Pidana Khusus Kejati, Fentje E Loway.

Fentje menyampaikan jika tim penyidik masih membutuhkan keterangan pelapor, kemungkinan masih akan dipanggil. Tetapi, jadwal pemanggilan belum mau dibeberkan.

Mengenai rencana pemeriksaan Bupati Bulukumba hingga saat ini pihaknya belum menjadwalkan. Kendati demikian, semua pihak yang dianggap mengetahui dugaan suap proyek yang dimaksud, tetap diambil keterangannya guna proses penyelidikan.

Kasus ini awalnya dilaporkan resmi oleh Perhimpunan Pergerakan Mahasiswa (PPM) Sulsel. Ia menduga adanya dugaan suap dalam pencairan dana proyek irigasi sebesar Rp 49 miliar di Kabupaten Bulukumba.

Indikasi ini diketahui ketika seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Pendidikan (Disdik) Bulukumba  Andi Ichwan memposting status di FB. Status trsebut yang sempat viral di media sosial facebook beberapa waktu lalu.

Setelah ia mengunggah status pengakuan suapnya ke Kementerian PUPR untuk pencairan anggaran DAK senilai Rp 49 Miliar.(*)

Penulis: Hasan Basri
Editor: Hasrul
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved