Direktur Akper Wajo Bantah Izin Kampusnya Dicabut

Direktur Akper Pemkab Wajo, Nuraini Yunus yang ditemui, mengaku heran atas pemberitaan tersebut.

Direktur Akper Wajo Bantah Izin Kampusnya Dicabut
hardiansyah/tribunwajo.com
Direktur Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten Wajo, Nuraini Yunus. 

Kabar terkait Akper Pemkab Wajo yang bermasalah sebenarnya mulai bergaung jauh sebelumnya. Penerimaan mahasiswa menurun cukup signifikan.

Bahkan, pada 2018 lalu, Akper Pemkab Wajo tak menerima mahasiswa baru lantaran adanya larangan dari Dikti lantaran status kelembagaannya belum jelas. Namun, saat ini, Nuraini Yunus sedang mengupayakan untuk memperjelas status kelembagaan.

"Ini sementara berproses, kemarin kita cuma terkendala di sertifikat tanah. Kan sertifikat ini masih bagian dari RSUD Lamaddukelleng,"

"Jika sudah jelas, kita upayakan tahun ini sudah hisa penerimaannya. Karena kita sementara urus margernya suoaya bisa dinaungi Kementerian Kesehatan, Poltekkes Depkes Makassar," katanya.

Akper Pemkab Wajo yang terbentuk pada 2000 lalu, menempati gedung eks Rumah Sakit Kusta. Nuraini Yunus sendiri mengakui, jumlah mahasiswanya sedikit dan bisa dihitung jari.

"Ada 20 mahasiswa dari dua angkatan, 5 laki-laki. Kalau tenaga pengajar itu ada 6, sementara data lulusan kami itu sekitar 1000 orang," katanya.

Pada awal Februari 2019 lalu, Menristekdikti menandatangani Surat Keputusan yang mencabut Izin Pendirian 11 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sulawesi.

Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IX Sulawesi, Jasruddin mengatakan, salah satu penyebabnya adalah rendahnya jumlah peminat program studi yang ditawarkan PTS tersebut.

Sehingga PTS tidak mampu membiayai operasional PTS dan tidak dapat memberikan layanan pendidikan yang berkualitas.

"Saya menghimbau agar PTS di Sulawesi tidak ragu untuk menutup program studi yang sudah tidak laku lagi, dan membuka program studi kekinian yang relevan dengan kondisi kita saat ini yang memasuki era Revolusi Industri 4.0", ujar Prof Jasruddin, Senin (18/03/2019) kemarin. 
(TribunWajo.com)

Laporan wartawan Tribun Timur @dari_senja

Penulis: Hardiansyah Abdi Gunawan
Editor: Imam Wahyudi
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved