Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru, Ternyata Begini Pekerjaan Sebelumnya?

Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru, Ternyata Begini Pekerjaan Sebelumnya?

Editor: Arif Fuddin Usman
twitter.com/arabnews
Brenton Tarrant teroris pelaku penembakan sadis jamaah Salat Jumat di Masjid Selandia Baru muncul di persidangan, Sabtu (16/3/2019). 

Brenton Tarrant, Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru, Ternyata Begini Pekerjaan Sebelumnya?

TRIBUN-TIMUR.COM - Brenton Tarrant pelaku penembakan di masjid di Selandia Baru, diketahui berasal dari Australia.

Brenton Tarrant aktor yang melakukan aksi teror penembakan di Masjid Al Noor Christchurch di Kota Christchurch, Selandia Baru.

Sebelum melakukan aksi tersebut, Brenton Tarrant diketahui pernah bekerja sebagai pelatih kebugaran di Australia.

Baca: GAMKI Sulsel Kutuk Penembakan Umat Muslim di Masjid Al Noor Selandia Baru

Baca: Mau Rayakan Ultah di Hotel? Karebosi Condotel Siapkan Paket Rp 4 Juta

Teror penembakan yang dilakukan Brenton Tarrant terjadi di Masjid Al Noor dan Masjid Linwwod pada Jumat (15/3/2019).

Jauh sebelum menjadi pelaku penembakan di Selandia Baru, Brentot Tarrant ternyata pernah bekerja sebagai pelatih kebugaran di Australia.

Jangan Lupa Subscribe Instagram Tribun Timur:

Dilansir BolaStylo.com dari ABC, Tarrant pernah bekerja di sebuah pusat kebugaran bernama Big River Gym, kawasan utara New South Wales, Grafton, Australia.

Kabar terkait riwayat pekerjaan Tarrant itu dikonfirmasi oleh manajer gym, Tracey Gray.

Kerja Tahun 2009-2011

Gray menyatakan bahwa Tarrant bekerja di Big River Gym setelah lulus sekolah, pada 2009 hingga 2011.

Tarrant dikenal sebagai sosok yang berdedikasi dalam melaksanakan pekerjaannya sebagai pelatih kebugaran.

Baca: Alumnus Timur Tengah Indonesia Sebut Pelaku Tragedi Masjid Christchurc Pengecut

Baca: Ketua STAIN Majene Harap Umat Islam dan Non Muslim Tetap Hidup Damai

Selain itu, Tarrant bekerja sebagai pelatih kebugaran untuk melatih anak-anak secara gratis.

Tarrant mewarisi minat ayahnya yang sangat gemar dengan dunia kebugaran fisik.

"Dia adalah pelatih pribadi yang sangat berdedikasi," kata Gray dikutip BolaStylo.com dari ABC.

"Dia bekerja di program kami yang menawarkan pelatihan gratis kepada anak-anak di masyarakat, dan dia sangat bersemangat tentang itu," ujar Gray menambahkan.

Setelah menjadi pelatih kebugaran, menurut keterangan Gray yang dikutip dari ABC, Tarrant pergi ke Asia dan Eropa.

Uang Hasil Bitcoin

Tarrant melakukan perjalanan itu dengan uang yang diduga didapat dari cryptocurrency seperti Bitcoin.

Pria berusia 28 tahun itu kini diduga menjadi pelaku aksi penembakan di masji Al Noor dan Masjid Linwood, Selandia Baru.

Tarrant melakukan penembakan ketika jamaah akan melaksanakan salat Jumat pada 14 Maret 2019.

Baca: Mau Pasang Lantai Kayu di Rumah? 6 Hal Ini Perlu Anda Pertimbangkan

Baca: Ribuan Masyarakat Pangkep Nonton Konser Musik Bersama KPU di Alun-alun Citramas Pangkep

Saat melakukan aksi keji itu, Tarrant melakukan siaran langsung lewat fitur Facebook Live menggunakan action camera.

Menurut laporan kepolisian setempat, ada 49 korban tewas setelah penyerangan yang dilakukan oleh Tarrant.

Mantan bosnya, Gray, mengaku terkejut dan seolah tidak percaya Tarrant bisa melakukan niat jahat tersebut.

Isi Tulisan di Senjata Milik Brenton Tarrant Penembak di Masjid Selandia Baru, Senjata Tipe AR 153
Isi Tulisan di Senjata Milik Brenton Tarrant Penembak di Masjid Selandia Baru, Senjata Tipe AR 153 (Tribunnews)

"Jujur saya tidak bisa percaya, ia mampu melakukan sesuatu yang ekstrem seperti ini," kata Gray.

"Seseorang itu sehari-hari berurusan dengan saya dan terbiasa berkomunikasi dan berinteraksi," lanjutnya.

Jalani Persidangan

Brenton Tarrant, mantan pelatih kebugaraan asal Australia menjalani persidangan, Sabtu (16/3/2019). pasca-perbuatannya menembaki masjid di Selandia Baru.

Brenton Tarrant adalah salah satu tersangka yang melakukan aksi teror penembakan di Masjid Al Noor dan Masjid Linwwod pada Jumat (15/3/2019).

Baca: Pegiat Literasi Bulukumba Doakan Brenton Tarrant Diberi Hidayah

Baca: Isi Tulisan di Senjata Milik Brenton Tarrant Penembak di Masjid Selandia Baru, Senapan Tipe AR 15

Tarrant mengenakan kaus putih dan tangannya diborgol, serta bertelanjang kaki dihadapkan pada dakwaan pembunuhan saat sidang berlangsung.

Dilansir BolaStylo.com dari News Sky, Tarrant berada di samping dua polisi kabarnya tersenyum saat difoto oleh awak media.

Saat menjalani persidangan di Pengadilan Christchurch dan didakwa melakukan pembunuhan, Tarrant memilih untuk tetap diam.

Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:

Tarrant akan mendekam di penjara dan tidak dapat mengajukan permohonan banding serta akan menjalani sidang lanjutan pada 5 April 2019.

Jika Tarrant terbukti bersalah, pria berusia 28 tahun itu akan dikenai hukuman mati.

Saat Tarrant melakukan penembakan secara membabi buta, ia sempat melakukan siaran langsung lewat fitur Facebook Live selama 17 menit.

Baca: Tertangkap Basah Curi HP di Pasar Tempe, Pemuda Ini Beruntung Tak Diamuk Massa

Baca: PSIS vs PSM Makassar 1-0, Ini Daftar Tim Lolos ke 8 Besar Piala Presiden dan Daftar Topskor

Tarrant menyerang memakai senjata laras panjang yang penuh dengan tulisan nama-nama dari pelaku penyerangan terhadap imigran atau kaum muslim di sejumlah tempat.

Aksi Tarrant menewaskan 49 orang dengan 48 orang dikabarkan dirawat di rumah sakit.

Sementara itu, tujuh di antara korban terluka diperbolehkan untuk pulang. (*)

(Aziz Gancar Widyamukti/Source : ABC)

Artikel ini telah tayang di BolaStylo.com dengan Judul "Pelaku Penembakan di Masjid Selandia Baru Ternyata Mantan Pelatih Kebugaran di Australia"

Sumber: BolaStylo.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved