Zulkifli, Tukang Tambal Ban di Mandai Mengaku Kerja Keras Agar Bisa Beli Kursi Roda
Zulkifli, Tukang Tambal Ban di Mandai Mengaku Kerja Keras Agar Bisa Beli Kursi Roda
Penulis: Ansar | Editor: Waode Nurmin
TRIBUN MAROS.COM, MANDAI - Zulkifli (28), pria lumpuh di jalan Perhubungan, Kelurahan Bontoa, Kecamatan Mandai, Maros, Sulawesi Selatan, kesulitan untuk mengembangkan usaha tambal bannya.
Pasalnya, modal yang dikumpulkan oleh pria yang tinggal bersama ibu kandungnya,
Daeng Hawa (59) tersebut masih sedikit.
Padahal ia bercita-cita memiliki bengkel besar dan memperkerjakan warga lainnya.
Beruntung, ada dermawan yang telah memberikannya kompresor bekas. Hanya saja, untuk kebutuhan barang lain, seperti oli dan kunci-kunci, tidak bisa dibeli.
"Banyak yang singgah mau ganti oli. Tapi saya tidak jual oli. Saya tidak mampu beli oli dalam jumlah banyak. Butuh modal jutaan rupiah untuk oli saja," kata Kifli, Rabu (13/3/2019).
Selain montir, Kifli juga sering membeli sepeda rusak dari pemulung. Sepeda tersebut diperbaiki dan dirakit kembali untuk dijual.
Dari situlah, Kifli bisa mendapat keuntungan yang cukup. Hasil jual sepeda, ditabung untuk membeli kursi roda.
Kifli ingin membeli kursi roda untuk digunakan ke masjid. Ia ingin menunaikan salat lima waktu secara berjamaah.
"Kalau untuk di rumah memang saya sudah biasa merangkak. Saya hanya salat di rumah. Mau ke masjid tapi saya kesulitan bergerak," katanya.
Semangat perjuangan hidup Zulkifli patut diapresiasu. Kifli merupakan sosok yang pantang menyerah dengan terus bekerja keras.
Baginya, hidup adalah perjuangan yang harus terus disyukuri sebagai kehendak Allah.
Laporan Wartawan TribunMaros.com, @anchakaumanshar
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/makassar/foto/bank/originals/zulkifli-28-pria-penderita-lumpuh.jpg)