Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

TRIBUNWIKI: Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!

Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!

Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Arif Fuddin Usman
tribun timur/muhammad abdiwan
Pemusik khas sulsel, Sinrili dan pakacapi berfoto didepan Maskot Sulsel I Baso dan I Besse terpajang di loby Hotel Clarion Makassar, Senin (9/10/2017). 

Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Sinrilik merupakan salah satu karya sastra Makassar yang berbentuk prosa yang disampaikan dengan cara dilagukan secara berirama.

Meskipun pertunjukan seni bertutur ini terbilang cukup lampau namun Sinrilik sampai saat ini masih banyak diminati oleh masyarakat Makassar.

Dilansir dari kebudayaan.kemdikbud.go.id Sinrilik atau sajak dalam bahasa Makassar adalah pertunjukan seni bertutur masyarakat suku Makassar yang telah dilakukan sejak dahulu.

Baca: TRIBUNWIKI: Ini Sosok Penemu Bola Lampu Listrik dan Proyektor Film Thomas Alva Edison

Baca: Festival Sinema Australia Indonesia Bagi Tiket Gratis Nonton Ada Apa Dengan Cinta 2 & 6 Film di CGV

Sinrilik merupakan sebuah kisah atau narasi tertentu yang disampaikan atau diceritakan dalam bentuk lantunan irama (dilagukan).

Bentuk narasinya menyerupai puisi atau syair dengan pemilihan dan perpaduan kata-kata yang tepat dan terdapat berulangkali pengulangan-pengulangan lirik atau repetisi.

Pada umumnya sinrilikdilantunkan oleh seorang pria, bisa dengan diiringi alunan alat musik dan bisa pula tidak.

Sinrilik Terbagi Menjadi Dua

Sinrilik ini terbagi dalam dua kategori yaitu sinrilik bosi timurung dan sinrilik pakesok-kesok.

Sinrilik Bosi Timurung yangdalam bahasa Makassar berarti hujan turun, adalah sinrilik yang dilantunkan pada saat keadaan sepi dan orang-orang sedang tertidur lelap.

Sinrilik ini tidak diiringi oleh alat musik apapun, dengan narasi yang pendek-pendek dan berisi kesedihan atau curahan hati dari penggubahnya.

Dua pengunjung hotel berfoto selfie kepada pemain musik tradisional sinrililk yang menghibur pengunjung di Hotel Grand Clarion, Makassar Jumat (20/11/2015)
Dua pengunjung hotel berfoto selfie kepada pemain musik tradisional sinrililk yang menghibur pengunjung di Hotel Grand Clarion, Makassar Jumat (20/11/2015) (TRIBUN TIMUR/SANOVRA JR)

Seperti kecintaan pada seorang gadis, kerinduan pada kekasih, dan rasa kecewa akan jerih payah yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Sedangkan sinrilik pakesok-kesok adalah pertunjukan sinrilik yang diiringi alunan alat musik berupa kesok-kesok.

Narasi sinrilik jenis ini adalah cukup panjang dengan tema cerita yang lebih bermuatan positif dan menggugah semangat seperti kisah kehidupan seorang tokoh, sejarah perjuangan, budaya, maupun masalah agama.

Baca: TRIBUNWIKI: Memutuskan Tinggal Sendiri dan Kerap Merasa Kesepian, Ini Profil Verrell Bramasta

Baca: Di Makassar, Caleg Pendukung Tak Mau Kampanyekan Jokowi karena Takut Ditinggalkan Pemilih

Adapun penggunaan alat musik kesok-kesok ini selain menambah kemeriahan suasana juga dimaksudkan untuk menutupi kesalahan redaksi dari cerita yang dibawakan oleh passinrilik (orang yang melakukan sinrilik).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved