Makassar Mulia
Kota Makassar Komitmen Dalam Kreatifitas

Di Makassar, Caleg Pendukung Tak Mau Kampanyekan Jokowi karena Takut Ditinggalkan Pemilih

Hal tersebut disampaikan Syamsul di sela-sela kegiatan Training of Trainers (ToT) Direktorat Saksi TKD KIK

Penulis: Abdul Azis | Editor: Imam Wahyudi
abd.azis/tribun-timur.com
Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulawesi Selatan, Syamsul Bachri 

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Ketua Tim Kampanye Daerah Koalisi Indonesia Kerja (TKD KIK) Joko Widodo-Ma'ruf Amin Sulawesi Selatan, Syamsul Bachri, mengaku menerima banyak keluhan dari tim TKD KIK di kabupaten dan kota.

Hal tersebut disampaikan Syamsul di sela-sela kegiatan Training of Trainers (ToT) Direktorat Saksi TKD KIK Jokowi-Ma'ruf di Hotel Grand Asia, Jl Boulevard, Makassar, Sabtu (8/3/2019).

"Memang ada keluhan-keluhan dari teman-teman TKD di kabupaten dan kota bahwa caleg-caleg dari partai (pengusung Jokowi-Ma'ruf) perlu lebih meningkatkan sosialisasi Jokowi-Ma'ruf," kata Ketua TKD KIK Jokowi-Ma'ruf Sulsel, Syamsul Bachri.

"Mereka berharap kalau caleg sosialisasi, bisa sekaligus sosialisasikan Pak Jokowi-Ma'ruf. Tentu kami akan sampaikan kepada seluruh pimpinan masing-masing partai pengusung untuk menegaskan peran caleg untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf," tambah anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI itu.

Pantauan Tribun beberapa hari terakhir, khususnya di Makassar, hampir semua calon anggota legislatif di semua tingkatan tidak memasang gambar pasangan Jokowi-Ma'ruf di alat peraga kampanyenya (APK). Padahal, mereka adalah kader partai pengusung Jokowi-Ma'ruf.

Hal berbeda ditunjuk oleh caleg partai pengusung Prabowo-Sandi. Ia terang-terang memasang gambar Prabowo-Sandi di balihonya. Seperti banner caleg Gerindra Azikin Sholtan dan baliho berukuran besar Muhammad Andi Idris Manggabarani. Keduanya memasang gambar Prabowo di alat peraga kampanyenya.

Lalu mengapa ada caleg parpol pengusung pasangan Jokowi-Ma'ruf tidak memasang foto Jokowi-Ma'ruf?

"Kita mau sosialisasikan Pak Jokowi-Ma'ruf tapi ada yang bisik, kalau mau kampanye, kampanyekan diri sendiri saja. Jangan'mi itu, kalau itu bubar orang," kata caleg yang enggan disebut namanya, belum lama ini.

Pernyataan yang maknanya sama juga pernah dilontarkan beberapa caleg petahana di DPRD Makassar. Menurutnya, ia ingin sosialisasikan Jokowi-Ma'ruf tetapi takut ditinggalkan oleh pemilihnya.

"Jadi pandai-pandai saja sosialisasi, karena banyak yang pilih 02 itu pilih saya, tidak bisa dipaksakan karena berani bilang ke tim. Kalau bapak paksakan saya pilih Jokowi saya mending pilih yang lain," tegas salah satu caleg petahana di Makassar.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved