TRIBUNWIKI: Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!
Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Arif Fuddin Usman
Berbeda halnya dengan sinrilik bosi timurung, sinrilik kesok-kesok ditampilkan untuk menghibur orang banyak.
Kesok-kesok atau gesong kesong dulunya dikenal juga dengan nama kerek-kerek gallang, adalah alat musik gesek tradisional yang terbuat dari tempurung kelapa, kulit kambing, serta kayu, dan hanya memiliki dua buah senar.
Dua Alat Penggesek
Untuk menggeseknya biasanya digunakan alat gesek biola, namun bisa juga dengan menggunakan kawat biasa.
Penggunaan alat musik ini hampir sama dengan biola, hanya saja tidak ditaruh pada pundak pemain namun ditempatkan pada lantai pertunjukan dengan posisi berdiri.
Saat dimainkan alat ersebut akan mengeluarkan bunyi seperti song song.

Irama kesok-kesok yang dimainkan pada pertunjukan sinrilik haruslah disesuaikan dengan tinggi rendahnya nada suara dari passinrilik serta isi narasi yang sedang ditampilkan, misalnya passinrilik sedang menceritakan sebuah kisah perjuangan melawan penjajah tentunya gesekan nadanya akan terdengar cepat dan keras.
Dari nada itu sehingga dapat menggugah emosi dan imajinasi dari pendengar, sedangkan jika sedang menceritakan kisah-kisah bernuansa keagamaan, gesekan dan temponya cenderung lebih lambat.
Jadi, keberadaan iringan musik kesok-kesok itu sendiri dapat kita samakan dengan irama backsound yang menjadi latar dari sebuah film.
Baca: TRIBUNWIKI: Digadang-gadang Jadi Pelatih Baru Real Madrid, Berikut Perjalanan Karier Jose Mourinho
Baca: Besok, Prajurit TNI Serda Yusdin Gugur di Papua Dimakamkan di Palopo
Sebuah gesekan awal yang dimainkan dijadikan sebagai penanda dimulainya cerita.
Setiap orang dapat mempelajari sinrilik, sehingga seorang passinrilik bisa saja datang dari berbagai bidang profesi seperti petani, nelayan, ataupun guru.
Pada jaman dulu, seorang passinrilik mendapatkan hak yang istimewa dalam kehidupan sosialnya, baik berupa materi (seperti pemberian sebidang sawah dari penguasa setempat), maupun yang berwujud immaterial, misalnya pengakuan dari masyarakat sebagai seorang yang ahli di bidangnya.
Pertunjukan Sinrilik Tidak Dibatasi
Dalam sebuah pertunjukan sinrilik mereka yang terlibat tidaklah dibatasi jumlahnya, namun paling sedikit adalah dua orang, dengan posisi sebagai pelantun sinrilik satu orang dan pendengar juga satu orang.
Untuk sinrilik yang berupa pertunjukan kepada khalayak ramai yang mana pendengarnya datang dari berbagai etnis yang kurang memahami arti dan penggunaan bahasa daerah setempat.