TRIBUNWIKI: Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!
Yuk Mengenal Pertunjukan Seni Bertutur Masyarakat Suku Makassar Sinrilik, Tetap Lestari!
Penulis: Nur Fajriani R | Editor: Arif Fuddin Usman
Maka dibutuhkan satu atau dua orang komentator yang akan memberi penjelasan mengenai cerita yang disampaikan oleh passinrilik.

Biasanya setelah melantunkan beberapa bait lirik dari cerita yang dibawakan, seorang passinrilik akan memberi jeda sejenak.
Pada waktu jeda inilah komentator akan menyampaikan isi atau kandungan cerita yang dibawakan oleh passinrilik. Demikian seterusnya hingga pertunjukan tersebut selesai.
Seorang passinrilik diharapkan memahami betul narasi yang akan disampaikannya, bahkan menghapalnya di luar kepala.
Baca: Ada Pentas Sinrilik dan Kecapi di Festival Rammang Rammang
Baca: Sinrilik Hibur Warga Makassar Saat Menyaksikan Gerhana Matahari
Sehingga passinrilik sejatinya dituntut mempunyai daya ingat yang kuat dan kemampuan berimprovisasi yang baik.
Dia sebaiknya pandai memainkan tinggi rendahnya suara atau intonasi nada yang dikeluarkannya, bahkan bila perlu diikuti oleh bahasa tubuh yang pas sehingga audiens atau pendengar dapat benar-benar hanyut dalam suasana dari cerita yang disajikan.
Kewajiban Pasinrilik
Selain itu pula, seorang passinrilik wajib memiliki kemampuan dalam mengontrol kata-kata yang dikeluarkannya dan menjaga agar tidak ada pihak-pihak dari pendengar yang merasa dirugikan atau dilecehkan.
Memang seni sinrilik hanyalah semata-mata menuturkan sebuah kisah saja, semangat patriotik, serta hal-hal yang menyangkut kebudayaan manusia, tidak dalam kapasitas menilai atau menghakimi seorang tokoh sehingga seharusnyalah dapat terhindar dari masalah ketersinggungan suatu pihak.
Jangan Lupa Subscribe Channel Youtube Tribun Timur:
Sinrilik dapat pula dikatakan sebagai sebuah seni yang dinamis. Selain itu ceritanya dapat terus dikembangkan, dan juga karena sangat bergantung pada kemampuan seorang passinrilik dalam membuat gubahan, sehingga dapat menghindari kebekuan suatu bentuk cerita.
Tak jarang seorang passinrilik tidak mengikuti teks tertulis yang baku mengenai sebuah cerita namun lebih mengedepankan gaya bahasa dan cara berceritanya sendiri.
Sinrilik Kappalak Tallumbatua
Salah satu jenis sinrilik pakesok-kesok yang biasa dimainkan dan cukup dikenal di masyarakat Makassar adalah Sinrilik Kappalak Tallumbatua.
Sinrilik Kappalak Tallumbatua merupakan cerita berlatar sejarah perjuangan masyarakat Gowa. Sinrilik Kappalak Tallumbatuadalam bahasa Makassar berarti tiga buah kapal.
Baca: Lewat Sinrili, PPK Manggala Sosialisasikan Tahapan Pilkada ke Warga
Baca: Sinrilik Tutup Festival Battu Rate Ma ri Bulang di Losari